Pengembangan Siberut Conservation Program

Pengembangan Siberut Conservation Program

Berita

IPB akan rencanakan kembali pengembangan Siberut Conservation Program ke depan setelah sebelumnya IPB telah melakukan berbagai kegiatan terkait penelitian, konservasi berbasis masyarakat dan peningkatan kapasitas dan kepedulian terhadap kelestarian keanekaragaman hayati di pulau Siberut sejak tahun 2008/2009. Hal tersebut dikemukakan Dr.drh.Muhammad Agil, MSc.Agr dalam Focus Group Discussion yang digelar di Ruang Sidang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kampus IPB Darmaga, (24/8).

Di saat yang sama, Johannes Purwanto dari LIPI menyampaikan terkait pengembangan Cagar Biosfer yaitu konsep untuk memadukan konservasi dengan pembangunan ekonomi secara berkesinambungan. Lebih lanjut ia  menyampaikan bahwa keuntungan dari  mengembangkan Konsep Cagar Biosfer ini adalah selain dapat melestarikan sumberdaya alam dan budaya, juga dapat dimanfaatkan untuk penelitian pemantauan pendidikan dan pelatihan sebagai upaya untuk mewujudkan keseimbangan hubungan manusia dan alam hayati (biosfer).

“Namun masalah seperti  urbanisasi, terbatasnya lahan untuk masyarakat setempat, masalah sosial, budaya, ekonomi, dan  lingkungan sering kali muncul dikawasan konservasi, “ tandas J Purwanto.

Sementara itu, Perwakilan dari PT. Salaki Summa Sejahtera menyampaikan  kajian dan riset yang diperlukan  diantaranya adalah kajian teknik rehabilitasi hutan bekas tebangan.  Sejak  tahun 2007, perusahaan telah bekerjasama dengan IPB terkait pengelolaan Hutan Lestari dimana  IPB bertindak sebagai  pendamping perusahaan yang beroperasi di Pulau Siberut Kabupaten Kepulauan Mentawai tersebut. (dh)