Tujuh Ribu Orang Meriahkan Kampanye Gemari Buah Lokal
Sekitar tujuh ribu orang tumpah ruah mengikuti Jalan dan Sepeda Santai (JSS) dalam rangka program perdana kampanye Gemari Buah Lokal, yang diselenggarakan oleh Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB) di Parkir Timur Senayan, Jakarta (10/7).
“Mereka berasal dari Keluarga besar alumni maupun sivitas akademika IPB serta masyarakat umum yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia,” jelas Ketua Panitia Penyelenggara JSS, Ahmad Mukhlis Jusuf yang juga menjabat Direktur Utama LKBN Antara.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh diantaranya, Mustafa Abu Bakar (Menteri BUMN), Suswono (Menteri Pertanian), Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta), Herry Suhardiyanto (Rektor IPB), Muhammad Said Didu (Ketua Umum Himpunan Alumni IPB) dan berbagai pimpinan lembaga Negara, serta tokoh dari berbagai profesi. Mereka bersama-sama berjalan kaki dan bersepeda untuk mendukung kampanye Gemari Buah Lokal.
Muhammad Said Didu, mengatakan, program jalan dan sepeda santai adalah momentum perdana untuk memberikan dorongan kepada seluruh pemangku kepentingan agar bersama-sama mengangkat harkat dan martabat produk dalam negeri, khususnya buah Indonesia.
“Akan ada program lanjutan yang akan dilaksanakan secara massif dan sistematis agar buah Indonesia mampu berjaya di negeri sendiri,” jelasnya.
Said Didu menghimbau, kepada penyelenggara negara, swasta, hotel, rumah makan, untuk menyajikan menu buah loKal setiap hari jum’at.
Desakan tersebut karena semakin terpinggirkanya buah lokal karena beberapa aspek yaitu kurang tersediannya benih berkualitas dalam jumlah memadai, lemahnya kegairahan petani baru untu produk-buah-buahan, kurang memadainya infrastruktur logistik buah, perubahaan perilaku konsumen yang semakin menyukai produk impor, semakin mudah dan murahnya buah impor dan kekurang-berpihakan kebijakan fiskal terhadap buah lokal Indonesia.
“Kampanye ini untuk mendorong agar semua pihak perhatian kepada pengembangan buah lokal. Kebanggaan terhadap buah lokal akan mendorong kemandirian ekonomi, peningkatan daya saing buah lokal, pemberdayaan petani buah dan citra bangsa di mata dunia,” papar Said Didu.
Sementara itu Rektor IPB, dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan pembuktian warga IPB adalah insan pertanian yang mencintai buah lokal, dan pada hari ini juga momen dimulainya mengkampanyekan pola konsumsi kepada produk-produk yang dihasilkan oleh negeri sendiri/lokal, bukan mengkonsumi produk luar/impor.
“Saya berharap, buah lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.
Rektor juga mengatakan, dosen, peneliti, mahasiswa yang selama ini meneliti buah lokal tidak lagi merasa kesepian, karena hari ini sekian banyak alumni IPB yang menunjukan kecintaan kepada buah lokal.
“Saya berharap akan makin banyak riset –riset yang dikembangkan IPB, dan jangan lupa kunjungi website IPB, karena di sana banyak hal yang bisa di sharing, dengan seperti itu juga kontribusi IPB akan mudah diakses oleh masyarakat,” tandasnya.
Bukan hanya berjalan dan naik sepeda, para peserta juga mendapatkan bibit buah asli Indonesia dan gratis, seperti jambu, nangka, durian, rambutan, mangga dan berbagai bibit buah lainnya. Bagi mereka yang ingin melihat produk buah lokal, panitia menggelar Pasar Tani dan Pameran Produk Buah Lokal Indonesia. Berbagai daerah juga turut memamerkan keanekaragaman buah yang menjadi keunggulan daerah masing-masing. Peserta juga disuguhi berbagai jenis buah local di sepanjang jalan yang dilalui peserta jalan dan sepeda santai.
Program kampanye Gemari Buah lokal yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2011-2012 sebagai berikut:
1. Mengusulkan hari Jumat sebagai Hari Buah Nasional
2. Advokasi konsumsi buah lokal di lembaga-lembaga negara, instansi pemerintah, industri food and beverages hotel, catering dan retailers.
3. Mendorong penerapan SNI Buah Indonesia.
4. Mendorong penerapan standar kualitas bagi buah impor
5. Mendorong keberpihakan kebijakan fiscal terhadap buah lokal Indonesia melalui pengenaan bea masuk lebih tinggi bagi buah impor.
6. Mendorong pemerintah untuk memperbaiki implementasi tata niaga dan infrastruktur produksi dan perdagangan buah.
7. Mendorong lahirnya wirausaha baru petani dan pedagang buah lokal Indonesia dengan berbagai program.
8. Mengembangkan kebun buah terdaftar pada Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian yang berjumlah sekitar 2000 kebun dan sudah menerapkan GAP (Good Agriculture Practise) agar punya daya saing bisnis lebih baik dan menjadi inkubator bisnis bagi wirausaha baru di bidang produksi dan perdagangan buah lokal Indonesia.
9. Menjembatani program kemitraan pengembangan wirausaha buah dengan BUMN terkait.
10. Mengoptimalkan lembaga-lembaga penelitian dan institusi pendidikan untuk mendorong kemitraan dan penguatan program pembentukan wirausaha baru di bidnag produksi dan perdagangan buah.
17 Bus Sukseskan JSS
Parkir Timur Senayan menjadi saksi pelaksanaan JSS). Rute JSS mengambil Jalan Sudirman Bundaran Hotel Indonesia – Parkir Timur Senayan. Kegiatan bertambah semarak dengan dipandu oleh MC kondang Tike dan Ronald, serta disediakan door prize beraneka macam. IPB dalam hal ini turut mendukung dengan mengirimkan sebanyak 17 buah bus yang membawa civitas akademika IPB.
“Selama saya mengelola Unit Kendaraan di IPB baru kali ini menggunakan semua kekuatan kendaraan yang ada, yaitu sebanyak 17 buah dalam waktu yang bersamaan,”ujar Pengelola Bus IPB, Rusmono. (mik/beng/man)
