Mahasiswa Pascasarjana IPB Berantas Chikungunya
Keterangan: Mahasiswa Pasca Sarjana Entomologi Kesehatan Fakultas Kedokteran Hewan IPB sedang melakukan Fogging
Penyakit chikungunya yang saat ini sedang melanda di Kabupaten Bogor, tepatnya di Kampung Bojong Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea sudah mulai merambah ke Desa Darmaga. Upaya yang masih dipandang efektif dalam pengendalian penyakit Chikungunya adalah memutuskan mata rantai penularan, dengan membasmi nyamuk penular penyakit.
Berdasarkan hal tersebut mahasiswa Pascasarjana Entomologi Kesehatan Fakultas Kedokteran Hewan IPB pada hari Sabtu, (01/12) 2007, melakukan kegiatan bhakti sosial berupa pengasapan (fogging) dan penyuluhan kesehatan di Kampung Bojong.
Fogging sendiri dimaksudkan untuk membunuh nyamuk dewasa, sedangkan penyuluhan dimaksudkan untuk memberikan masukan tentang cara memberantas jentik nyamuk melalui kegiatan 3M Plus (Menutup, Menguras, Mengubur, plus menabur abate).
Pengasapan (fogging) dilaksanakan di 4 RT, antara lain RT 1, 2, 3, dan 5. Sedangkan penyuluhan berlokasi di Sekolah Dasar Negeri Cihideung Ilir I yang diikuti oleh kader kesehatan, tokoh masyarakat dan masyarakat Kampung Bojong. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam penanggulangan masalah kesehatan, khususnya penyakit Chikungunya, sehingga dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyakat.
Chikungunya sendiri adalah jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Cikungunya. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes, dengan gejala utama demam mendadak, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit, nyeri persendian sering diikuti dengan kelumpuhan. Sekalipun penyakit Chikungunya merupakan penyakit self limiting disease (dapat sembuh sendiri), namun akibat yang ditimbulkan penyakit Chikungunya cukup merugikan, apalagi jika sampai penderita mengalami kelumpuhan, produktivitas kerja dan akvititas sehari-hari praktis terhenti.
Virus Chikungunya pertama kali diidentifikasi di Afrika Timur tahun 1952. Virus ini terus menimbulkan epidemi di wilayah tropis Asia dan Afrika. Di Indonesia penyakit Chikungunya dilaporkan pertama kali di Samarinda tahun 1973, selanjutnya setiap tahun selalu ada di Indonesia. (Suwito/Zul)
