Gaharu Wangi Bernilai Tinggi

Gaharu Wangi Bernilai Tinggi

Berita
Sudah gaharu cendana pula, sudah tahu bertanya pula.Meskipun peribahasa ini milik orang Indonesia, tetapi orang Indonesia tidak banyak yang memanfaatkan gaharu secara maksimal, justru negara lain yang memanfaatkannya seperti Arab, Taiwan, Cina, dan Jepang. Harga jual gaharu berkualitas baik mencapai puluhan juta rupiah per kilogram.Hal ini disampaikan oleh Dr. Ir. Gayuh Rahayu, M.Si dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor saat menjadi narasumber dalam dialog RRI, Selasa (6/5).Dr. Gayuh menjelaskan, gaharu secara tradisional digunakan sebagai dupa, campuran parfum atau untuk aromaterapi. Gaharu dimanfaatkan secara luas, selain sebagai bahan dupa dan campuran parfum, gaharu juga digunakan sebagai campuran ramuan obat karena aroma wanginya yang dapat digunakan sebagai aromaterapi. Bahkan bisa juga digunakan sebagai bahan pengawet dan campuran obat batuk.
 
Kalau kita pergi ke Mekkah, di mal-mal dengan toko yang menyediakan bakaran kayu, kayu yang dibakar tersebut kebanyakan adalah gaharu. Orang-orang Arab banyak yang menganggap gaharu sebagai sesuatu yang prestisius. Prinsipnya, semakin wangi maka semakin tinggi nilainya.Kayu gaharu seperti apakah yang bernilai jual tinggi? Dr. Gayuh menjawab, kayu gaharu sehat bernilai rendah, tetapi ketika pohon gaharu sakit dan mengeluarkan gumpalan coklat kehitaman beraroma wangi, kemudian disebut gubal, gaharu inilah yang bernilai tinggi.Lebih jauh Dr. Gayuh menjelaskan, gubal akan diperoleh dari kayu gaharu melalui bantuan cendawan. Ada beberapa jenis cendawan seperti: acremonium, cylindrocarpon, dan fusarium yang dapat menyebabkan pohon gaharu sakit. Ketika pohon gaharu sakit, ia akan berusaha mempertahankan diri dari serangan cendawan dengan menghasilkan senyawa yang menekan perkembangan cendawan. Senyawa pertahanan tersebut jika menumpuk pada bagian kayu maka kayu gaharu yang tadinya berwarna putih dan tidak wangi beru
bah menjadi berwarna coklat hingga coklat kehitaman, mengeluarkan aroma yang wangi dan mudah menyebar jika kayunya dibakar.
 
Ketika ditanya pendengar melalui telepon, apakah ada petani gaharu yang telah menghasilkan gubal gaharu? Dr. Gayuh menjawab, “Sekarang sudah ada meskipun belum diproduksi secara luas”. Produksi gubal gaharu di Indonesia selama ini masih mengandalkan produksi alami dari pohon gaharu di hutan alam. Dalam dialog yang dipandu Ibu Luluk ini, Dr.Gayuh menyarankan bagi yang ingin membudidayakan pohon ini, sebaiknya banyak belajar kepada orang yang telah lebih dulu memulai, berkonsultasi pada ahli atau peneliti yang menggeluti bidang ini, pungkasnya. (Waluyo Top).