Hulu ke Hilir, Empat TEP IPB Petakan Strategi Pengembangan Sagu Berkelanjutan di Kawasan Transmigrasi Salor
Empat Tim Ekspedisi Patriot dari IPB University menggelar diskusi bersama guna mematangkan substansi pengembangan komoditas sagu di Kawasan Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, (9/8). Diskusi ini dilakukan untuk menyelaraskan program kerja dari sektor hulu hingga hilir agar pengelolaan sagu berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.
Salah satu koordinator lapangan tim sagu, Muhamad Husni Tamami mengatakan, diskusi interaktif tersebut mempertemukan empat tim dengan fokus keahlian yang saling melengkapi. Tim pertama berfokus pada sektor hulu, yakni teknik budi daya, pemeliharaan tanaman sagu, hingga pemanfaatan limbahnya di Kampung Tambat.
Tim kedua berfokus pada pengolahan teknis dan peningkatan standar rumah produksi agar produk sagu yang dihasilkan lebih higienis dan efisien. Selain itu, tim ini juga akan melatih Kelompok Tani Dwitrap menghasilkan produk-produk turunan baru seperti mi sagu, beras sagu, dan gula cair. Tim ini juga akan mendampingi untuk mengurus nomor induk berusaha (NIB), izin edar PIRT (pangan industri rumah tangga), dan sertifikasi halal.
“Sementara itu, tim ketiga menangani penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan kelompok tani lokal. Tim ini akan menggiatkan lagi pangan lokal dan mengenalkan mesin pengolah sagu sederhana.
Adapun tim keempat melengkapi rantai produksi pada sektor hilir dengan berfokus pada pemetaan potensi bisnis, penciptaan nilai tambah, hingga strategi pemasaran produk sagu ke pasar yang lebih luas,” tutur Husni usai diskusi di Kampung Sumber Harapan, Distrik Tanah Miring.
Menurut Husni, kolaborasi lintas disiplin ini sangat krusial agar pengembangan sagu di Kawasan Transmigrasi Salor tidak berjalan secara parsial atau terpisah-pisah.
“Sagu memiliki potensi yang sangat luar biasa di Merauke. Namun untuk menghidupkan ekosistemnya, kita tidak bisa hanya berfokus pada budi daya atau bisnisnya saja. Melalui diskusi bersama ini, kami mengintegrasikan hasil temuan dari kebun, rancangan rumah produksi, kesiapan masyarakat lokal, hingga rantai pasok bisnisnya agar output yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Husni.
Melalui integrasi program dari hulu ke hilir ini, Husni berharap Tim Ekspedisi Patriot IPB di Kawasan Transmigrasi Salor dapat menjadi percontohan (pilot project) sentra produksi dan pengolahan sagu modern di Papua Selatan yang mandiri secara ekonomi dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. (*/Rz)
