Jelang Reakreditasi IPB University 2027, Rektor Imbau Fakultas dan Sekolah Perkuat Manajemen Mutu
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan, mengimbau seluruh pimpinan fakultas dan sekolah untuk memperkuat sistem manajemen mutu sebagai bagian dari persiapan menghadapi akreditasi institusi yang akan dilaksanakan pada 2027.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tingkat Institusi yang diselenggarakan Kantor Manajemen Mutu (KMM) IPB University di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Selasa (14/7). Kegiatan ini diikuti para dekan, wakil dekan, kepala lembaga, serta pimpinan unit di lingkungan IPB University.
Menurut Rektor, RTM merupakan momentum penting untuk mengevaluasi capaian sistem penjaminan mutu sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu berkelanjutan.
“Secara administratif, kajian ini sangat krusial karena tahun depan kita mulai mempersiapkan akreditasi perguruan tinggi. Akreditasi institusi IPB akan berakhir pada November 2027 sehingga proses persiapan dan pengajuan dokumen harus dilakukan jauh sebelumnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga meminta setiap fakultas dan sekolah segera membentuk Komisi Manajemen Mutu dan Akreditasi. Hingga saat ini, baru delapan fakultas dan sekolah yang telah memiliki komisi tersebut.
Menurutnya, keberadaan Komisi Manajemen Mutu dan Akreditasi sangat strategis untuk memperkuat tata kelola mutu sekaligus mengurangi beban program studi saat menghadapi proses akreditasi.
“Kita ingin urusan akreditasi tidak lagi hanya menjadi beban program studi, tetapi diperkuat di tingkat fakultas dan sekolah dengan dukungan Kantor Manajemen Mutu,” katanya.
Sementara itu, Kepala KMM IPB University, Dr I Wayan Nurjaya, mengatakan RTM merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh indikator mutu yang dipersyaratkan dalam instrumen akreditasi dapat dipenuhi.
Melalui RTM, sebutnya, pimpinan institusi dapat mengidentifikasi berbagai indikator yang belum memenuhi standar, kemudian menetapkan komitmen bersama untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
“Harapannya, pada RTM berikutnya jumlah temuan akan semakin berkurang, bahkan dapat dihilangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, RTM Tingkat Institusi juga bertujuan menyamakan pemahaman dan komitmen seluruh unit kerja terhadap sasaran mutu institusi, sekaligus menyelaraskan program perbaikan yang diperlukan dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi dan menyukseskan proses akreditasi institusi.
Pelaksanaan RTM, ia melanjutkan, tidak hanya menjadi bagian dari siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan (PPEPP), tetapi juga merupakan instrumen strategis untuk memperkuat budaya mutu dan meningkatkan daya saing IPB University di tingkat nasional maupun internasional. (dh)
