Peserta OVOC International IPB University Pelajari Model Pemberdayaan Masyarakat di Bandung Barat
Program One Village One CEO (OVOC) International IPB University memberikan pengalaman langsung kepada peserta dari berbagai negara mengenai penerapan pemberdayaan masyarakat berbasis komoditas unggulan desa.
Di Bandung Barat, para peserta yang merupakan mahasiswa Summer Course Manajemen Hutan yang berasal dari Malaysia, Sudan, Gambia, hingga Turki, mempelajari mengenai pengelolaan agribisnis dan agroforestri, mulai dari budi daya hingga pascapanen.
Muhammad Rizki Hadi Pratama, CEO OVOC Bandung Barat mengawali sesi dengan memberikan gambaran kepada peserta mengenai pengembangan potensi desa melalui kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan sistem usaha yang berkelanjutan.
Peserta melanjutkan kegiatan lapang di lahan milik Muhammad Taufik, Local Champion OVOC Bandung Barat. Di lokasi ini, peserta mengikuti panen edamame sekaligus melihat penerapan automatic weather station (AWS) yakni alat berbasis internet of things yang dimanfaatkan untuk memantau kondisi lingkungan lahan sebagai pendukung kegiatan budi daya.
Kunjungan dilanjutkan ke gudang pascapanen. Di sana, peserta menyaksikan secara langsung proses penanganan hasil panen berbagai komoditas, seperti tomat, edamame, cabai, paprika, dan kol. Peserta juga berkesempatan mempraktikkan proses pengemasan (packaging) hasil panen sesuai standar yang diterapkan sebelum produk dipasarkan.
“Di gudang ini, kami pakai alat ozonisasi, alat semacam gas atau air mengandung ozon (O₃) untuk membersihkan dan mengawetkan hasil panen agar kualitas dan kebersihan produk tetap terjaga sebelum dikemas,” ungkap Taufik saat memperkenalkan teknologi pascapanen di gudang miliknya.
Rombongan turut mengunjungi green house untuk mempelajari teknik budi daya tanaman hias sekaligus merasakan pengalaman memanen bunga mawar secara langsung.
“Dari aktivitas yang kami lakukan, banyak budaya yang saya pelajari serta pengembangan masyarakatnya terutama di agroforestri dan agriculture yang belum pernah saya pelajari di Malaysia,” tutur Mirzan, peseta dari Universiti Putra Malaysia.
Melalui kunjungan ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai pengelolaan komoditas pertanian dari hulu hingga hilir, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana program OVOC di Bandung Barat mampu mengintegrasikan inovasi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan. (*/Rz)
