Hack Your Pocket: Program Edukasi Finansial Mahasiswa IPB University untuk Siswa Sekolah Cendekia BAZNAS
“Uang jajanku habis padahal baru pertengahan minggu.”
Kalimat sederhana itu menjadi keluhan yang paling sering muncul dari siswa Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) saat sesi awal program Hack Your Pocket dimulai. Tinggal jauh dari orang tua, hidup di lingkungan asrama, dan harus mengatur uang saku sendiri ternyata bukan hal mudah bagi remaja usia 15 tahun.
Sebagian siswa mengaku sering membeli makanan atau kebutuhan kecil tanpa sadar hingga uang saku cepat habis. Ada juga yang baru menyadari dirinya boros setelah diminta mencatat seluruh pengeluaran harian secara manual.
Berangkat dari kondisi tersebut, Tazkia Hanifatunnisa, mahasiswa Program Studi Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA) IPB University, menghadirkan program edukasi finansial bertajuk Hack Your Pocket Edukasi Literasi Konsumen di SCB, Kabupaten Bogor.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Capstone pengabdian masyarakat di bawah bimbingan Prof Megawati Simanjuntak bersama pihak SCB.
Program yang dilaksanakan selama April hingga Mei 2026 ini melibatkan 52 siswa kelas X SMA yang tinggal di lingkungan asrama SCB. Berbeda dari edukasi finansial yang identik dengan teori dan angka rumit, Hack Your Pocket justru dibuat sederhana dan dekat dengan kehidupan siswa asrama. Dari program ini, siswa belajar mengatur uang saku, memahami hak konsumen, dan membangun kebiasaan finansial yang lebih disiplin.
Menurut Tazkia, pendekatan berbasis praktik sengaja dipilih agar siswa tidak merasa sedang mengikuti pembelajaran yang membosankan. “Anak-anak boarding school punya aktivitas yang padat. Karena itu kami membuat kegiatan yang banyak praktiknya supaya mereka merasa lebih dekat dengan materi dan bisa langsung menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Tidak hanya berfokus pada pengelolaan keuangan, program ini juga memperkuat kemampuan kewirausahaan dan etika pelayanan usaha melalui simulasi roleplay dan kegiatan Market Day sekolah. Dalam praktik tersebut, siswa belajar menghadapi pembeli, memberikan informasi produk dengan jujur, hingga melayani konsumen secara sopan dan bertanggung jawab.
Perubahan kecil mulai terlihat sejak minggu kedua pelaksanaan program. Siswa mulai terbiasa mencatat pengeluaran harian, lebih berhati-hati saat membeli barang, hingga mulai membuat target tabungan pribadi.
“Saya jadi sadar ternyata pengeluaran kecil kalau sering dilakukan bisa banyak juga. Sekarang jadi lebih mikir dulu sebelum beli sesuatu,” ungkap Kamal, peserta program lainnya.
“Biasanya uang cepat habis karena sering jajan tanpa dipikir. Setelah ikut program ini saya jadi lebih terbiasa mencatat pengeluaran dan membedakan mana kebutuhan dan keinginan,” tambah siswa lain, Adit.
Pihak SCB turut mengapresiasi pelaksanaan program. “Program ini membantu siswa lebih disiplin mengatur uang saku dan lebih kritis terhadap produk yang mereka konsumsi. Anak-anak juga terlihat antusias karena kegiatannya praktis dan dekat dengan kehidupan mereka,” ujar salah satu pendamping asrama SCB.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdi turut menyerahkan modul pembelajaran, instrumen evaluasi, dan perangkat edukasi kepada pihak sekolah. (*/Rz)
