Lantik 40 Pejabat Baru, Rektor IPB University Resmi Umumkan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia

Lantik 40 Pejabat Baru, Rektor IPB University Resmi Umumkan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia

lantik-40-pejabat-baru-rektor-ipb-university-resmi-umumkan-fakultas-ilmu-sosial-dan-ekologi-manusia.jpg
Berita

IPB University resmi memasuki babak baru pengembangan keilmuan sosial humaniora melalui transformasi Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA). 

Momentum tersebut disampaikan langsung oleh Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet dalam Pelantikan Pejabat Struktural yang berlangsung bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional (20/5) di Grha Widya Wisuda, Kampus Dramaga.

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan arah baru penguatan ilmu sosial yang terintegrasi dengan visi agromaritim IPB University.

“FISEMA hadir untuk memperluas spektrum keilmuan IPB dan memperkuat pendekatan sosial-ekologis dalam menjawab tantangan abad ke-21, mulai dari perubahan iklim, krisis pangan, transformasi digital hingga ketimpangan sosial,” katanya.

Ia berharap riset-riset yang lahir dari FISEMA mampu menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pangan, agraria, lingkungan, hingga kesejahteraan keluarga.

Selain membahas transformasi akademik, Dr Alim turut menyoroti pentingnya kepemimpinan adaptif di tengah perubahan global yang semakin cepat. Ia menyebut transformasi sebagai keniscayaan bagi institusi pendidikan tinggi.

“Tidak ada institusi besar di dunia ini yang bertahan tanpa berani berubah. Setelah keputusan diambil, sikap kita seharusnya bergeser dari memperdebatkan apakah kita berubah menjadi memastikan perubahan ini berhasil,” tegasnya di hadapan 40 pejabat struktural yang dilantik pada momen itu.

Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh pimpinan yang dilantik untuk menjadikan transformasi sebagai langkah bersama dalam memperkuat relevansi dan dampak IPB University bagi bangsa.

“IPB sedang dalam perjalanan yang tidak mudah, tetapi juga tidak biasa. Semua itu menuntut pemimpin yang bukan hanya cakap secara teknis, tetapi juga matang secara karakter, rendah hati, dapat dipercaya, adaptif, dan senantiasa hadir untuk timnya,” pungkasnya. (AS)