Center of Excellence Jadi Strategi IPB University Perkuat Tata Kelola Program Pemenuhan Gizi Nasional

Center of Excellence Jadi Strategi IPB University Perkuat Tata Kelola Program Pemenuhan Gizi Nasional

center-of-excellence-jadi-strategi-ipb-university-perkuat-tata-kelola-program-pemenuhan-gizi-nasional.jpg
Hot News

IPB University mengemban mandat strategis sebagai pelaksana Pusat Unggulan Pemenuhan Gizi Nasional atau Center of Excellence Pemenuhan Gizi Nasional (CoE PGN) untuk memperkuat sistem pemenuhan gizi berbasis riset, inovasi, dan penguatan kapasitas kelembagaan.

Peran ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Badan Gizi Nasional (BGN), dan United Nations Children’s Fund (Unicef), sebagai tindak lanjut komitmen bersama pada Februari 2025.

Dalam struktur CoE, IPB University berperan sebagai pelaksana melalui Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan, dan Halal (LRI PGKH). Sementara itu, tim pengarah CoE berasal dari perwakilan empat lembaga utama tersebut. Dalam menjalankan peran tersebut, IPB University membentuk tim yang melibatkan berbagai pakar, mulai dari ahli gizi, teknologi pangan, kesehatan, halal, ekonomi dan sosial budaya, hingga pusat inovasi pangan.

Kepala LRI PGKH IPB University, Prof Erika B Laconi menyebut, fokus utama CoE mencakup pengembangan pusat pengetahuan berbasis riset untuk mendukung program pemenuhan gizi nasional, mulai dari capacity building, pendekatan sistem terintegrasi, riset dan inovasi, hingga manajemen pengetahuan. 

Prof Erika saat ditemui di Gedung Inkubator Bisnis Halal, Kampus Taman Kencana, Bogor beberapa waktu lalu menegaskan, CoE pun tidak terlibat langsung dalam operasional dapur MBG (SPPG), melainkan berfokus pada penguatan sistem, edukasi, riset, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Pendekatan yang dilakukan juga tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi kelompok lain seperti ibu hamil, remaja, hingga lansia.

Sepanjang 2025, IPB University telah melatih 419 fasilitator melalui program Training of Trainers (ToT) di berbagai wilayah Indonesia. Para fasilitator berasal dari lintas sektor, mulai dari kementerian, dinas daerah, hingga organisasi profesi bidang gizi.

Program ini juga mendorong penguatan ekosistem pangan dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi makanan bergizi. Selain itu, CoE turut mengembangkan modul pembelajaran berbasis riset yang nantinya dapat diakses masyarakat melalui platform digital.

Sejumlah modul rekomendasi telah dihasilkan meliputi: 

  • Rekomendasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis
  • Rekomendasi Tata Kelola dan Manajemen Program Makan Bergizi Gratis 
  • Rekomendasi Sistem Pemantauan dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Rekomendasi Sistem Penjaminan Keamanan Pangan dan Pengelolaan Limbah Program Makan Bergizi Gratis 
  • Rekomendasi Prosedur Operasional Baku (SOP) Program Makan Bergizi Gratis, Pedoman Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pendidikan Dasar
  • Standar Gizi dan Makanan Program Makan Bergizi Gratis

Prof Erika menyampaikan, CoE nasional juga diperkuat jaringan CoE regional yang telah terbentuk di Universitas Cenderawasih, dan segera akan diresmikan pembentukannya di Universitas Nusa Cendana, dan Universitas Brawijaya. Ke depan, jaringan ini akan diperluas ke wilayah barat Indonesia.

Pada 2026, fokus utama CoE adalah penyusunan regulasi, standar operasional, serta penguatan sistem edukasi berbasis digital. Program intervensi gizi berbasis riset juga akan terus dilanjutkan, termasuk evaluasi program di wilayah Indonesia timur seperti Jayapura dan Biak bersama mitra internasional.

“Kami terbuka bekerja sama dengan siapa pun, selama tujuannya memberikan edukasi gizi yang benar berbasis riset kepada masyarakat,” ujar Prof Erika.

Melalui mandat CoE ini, ia berharap program pemenuhan gizi nasional dapat berjalan lebih terarah, berbasis data ilmiah, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (dh)