Hadir dengan Suasana dan Nama Baru, Kafe Takol IPB Baranangsiang Berganti Nama Jadi Sangra Coffee
Siapa yang pernah singgah dan menyimpan kenangan di Kafe Takol (Taman Koleksi) Kampus IPB Baranangsiang? Bagi banyak mahasiswa dan alumni, tempat ini bukan sekadar lokasi ngopi, tetapi juga ruang penuh cerita, mulai dari diskusi tugas hingga rapat organisasi.
Kini, kafe ini hadir dengan wajah dan nama baru ‘Sangra’. Diresmikan Rektor IPB University pada Senin (5/5) dengan konsep lebih modern, nyaman, serta mendukung ekosistem bisnis dan kreativitas mahasiswa.
Rektor Dr Alim Setiawan Slamet menyampaikan apresiasinya atas hadirnya ruang baru tersebut sebagai bagian dari langkah transformasi kampus yang lebih adaptif dan inovatif.
“Transformasi dari Takol menjadi Sangra bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga perubahan cara pandang dalam mengelola ruang kampus yang lebih berorientasi ke depan,” ujarnya.
Ia menyebut, kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menciptakan nilai tambah dan peluang. “Kafe Sangra ini menjadi ruang belajar nyata tempat bertemunya ide, kreativitas, dan kolaborasi,” tambahnya.
Salah satu daya tarik utama Kafe Sangra adalah mural yang menghiasi dinding kafe. Karya ini merupakan hasil kolaborasi 18 mahasiswa lintas fakultas. Visual yang ditampilkan merepresentasikan identitas khas Bogor dan kampus IPB.
“Karya-karya ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki kreativitas luar biasa. Ketika berbagai disiplin ilmu bertemu, di situlah inovasi lahir. Ini yang harus terus kita dorong di lingkungan kampus,” ungkapnya.
Meskipun berganti nama, identitas dan ruh “Taman Koleksi” tetap sama. Menurut Kepala Badan Investasi dan Bisnis IPB University, Dr Indah Yuliasih, “Sangra” diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti “koleksi”.
“Kami ingin mempertahankan ruh ‘Koleksi’ yang menjadi ciri khas IPB, tetapi dengan pendekatan yang lebih fleksibel agar dapat berkembang secara bisnis. Karena itu, kami menggunakan nama Sangra sebagai brand utama dengan tetap membawa identitas Takol,” jelasnya.
Lebih lanjut, Indah menuturkan bahwa mural karya mahasiswa tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga potensi ekonomi. Setiap karya nantinya akan dilengkapi dengan judul dan identitas pembuat, bahkan dapat ditawarkan kepada publik.
“Ini bagian dari upaya kami membangun ekosistem bisnis IPB yang melibatkan mahasiswa secara langsung. Kreativitas mereka memiliki nilai yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
Salah satu muralis yang terlibat, Vasya Novelia, mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura, menjelaskan bahwa mural yang ia kerjakan menampilkan Tugu Kujang, Kebun Raya Bogor, Gunung Salak, hingga budaya dan kuliner khas seperti asinan Bogor. “Kami juga menggambarkan keanekaragaman hayati seperti anggrek, bunga bangkai, dan rusa,” jelasnya.
Ke depan, pengembangan Sangra akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan mencapai bentuk optimal pada momentum Dies Natalis IPB University mendatang. Peresmian ini menjadi langkah awal dalam menghadirkan ruang kampus yang inspiratif menghubungkan bisnis, kreativitas, dan kebersamaan dalam satu ekosistem yang dinamis. (AS)
