Gagasan Akademisi IPB University Diadopsi Kementan Jadi Gerakan Nasional
Gagasan akademisi IPB University kini diadopsi secara nasional melalui Gerakan Nasional Pengumpulan Kelompok Telur Penggerek Batang yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) belum lama ini.
Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan, Dr Rachmat, menyampaikan bahwa gerakan ini berangkat dari masukan akademisi dalam memperkuat pengendalian hama berbasis lapangan.
“Ini adalah gerakan masukan Prof Hermanu Triwidodo saat dialog dengan Menteri Pertanian ke IPB pada Kamis, 2 April 2026,” ujarnya.
Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 10 provinsi dan melibatkan hampir 250 kabupaten di seluruh Indonesia sebagai langkah konkret menekan serangan hama sejak dini melalui pendekatan teknologi terapan yang ramah lingkungan.
Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kegiatan berlangsung dengan partisipasi lebih dari 150 peserta dari berbagai unsur, antara lain Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Anggota DPRD Karawang, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, penyuluh pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), petani dari Desa Sekarwangi, serta siswa SMAN 1 Rawamerta.
Kegiatan dilaksanakan secara hybrid. Rangkaian acara meliputi pengambilan kelompok telur penggerek batang secara bersama-sama oleh petani dan siswa di lokasi Karawang, penayangan langsung kegiatan serupa dari berbagai daerah lain di Indonesia, serta diskusi interaktif bersama petani mengenai strategi pengendalian hama yang efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian IPB University menekankan pentingnya intervensi pada fase awal pertumbuhan tanaman. Menurutnya, pengumpulan kelompok telur pada masa persemaian menjadi strategi yang efisien karena dilakukan pada luasan yang relatif terbatas, tetapi berdampak besar dalam memutus siklus perkembangan hama sebelum populasinya meningkat.
“IPB mendukung penerapan teknologi yang ramah lingkungan seperti pengumpulan kelompok telur ini,” tegasnya.
Gerakan ini tidak hanya menjadi langkah teknis pengendalian hama, tetapi juga momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan petani. Dengan pendekatan preventif yang sederhana namun berdampak nyata, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendorong praktik budi daya yang lebih berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, Kementerian Pertanian bersama IPB University kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pertanian yang aplikatif, efisien, dan berpihak pada kelestarian lingkungan demi mendukung ketahanan pangan nasional. (*/Rz)
