Program Inkubasi Bisnis IPB University Didominasi Startup CEO Wanita

Program Inkubasi Bisnis IPB University Didominasi Startup CEO Wanita

program-inkubasi-bisnis-ipb-university-didominasi-startup-ceo-wanita-.jpg
Berita

Dunia startup sering identik dengan kompetisi ketat dan inovasi tanpa henti. Di balik dinamika tersebut, secara global, perempuan masih menjadi minoritas di dunia startup. Berbagai laporan menunjukkan hanya sekitar 13–18 persen startup founder adalah perempuan. Padahal, data terbaru menunjukkan startup yang dipimpin perempuan menciptakan nilai lebih dengan kebutuhan pendanaan/permodalan yang lebih sedikit.

Uniknya, gambaran berbeda terlihat di ekosistem kewirausahaan IPB University. Dalam Program Inkubasi Bisnis 2025, sebanyak 57 persen startup justru dipimpin oleh CEO perempuan. Komposisi ini menjadi penanda kuat bahwa kepemimpinan perempuan dalam sektor startup berbasis inovasi mulai menunjukkan daya saing. 

Capaian tersebut selaras dengan peningkatan performa bisnis para tenant. Secara agregat, omzet startup meningkat dari Rp119,48 miliar menjadi Rp165,72 miliar atau tumbuh 39 persen. Dari sisi dampak ekonomi, jumlah tenaga kerja yang terserap juga meningkat dari 684 orang menjadi 832 orang atau naik 22 persen. Artinya, inkubasi tidak hanya mempercepat pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperluas kontribusi sosial-ekonomi di masyarakat.

Dilihat dari bidang usaha, mayoritas startup bergerak di sektor pangan (51%), diikuti pertanian (35%), biosains (8%), serta TIK/industri (6%). Komposisi ini menunjukkan konsistensi program inkubasi dalam mengembangkan inovasi berbasis agromaritim dan biosains sebagai kekuatan utama IPB University.

Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam melahirkan wirausaha inovatif yang berdampak.

“Program inkubasi ini bukan sekadar membina bisnis, tetapi membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan. Kami bangga karena mayoritas startup dipimpin oleh perempuan. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki kontribusi strategis dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, IPB University akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri, startup, serta lembaga penelitian dan pengembangan, baik nasional maupun internasional. Selain inkubasi, IPB University juga mendorong program akselerasi agar startup mampu naik kelas dan bersaing di tingkat global.

“Perguruan tinggi harus hadir sebagai penggerak ekonomi berbasis inovasi. Kami ingin memastikan bahwa riset dan teknologi yang dihasilkan tidak berhenti di laboratorium, tetapi tumbuh menjadi usaha yang menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya. (AS)