Elang Gumilang “Wirausaha Muda Mandiri Terbaik Indonesia Tahun 2007”Rabu, 21 November 2007

 elang_juara_400

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB), Elang Gumilang, berhasil meraih penghargaan tertinggi Wirausaha Muda Mandiri Indonesia 2007 kategori mahasiswa. Penghargaan yang disampaikan dalam acara malam penganugrahan Wirausaha Muda Mandiri di Annex Building, Hotel Nikko, Kompleks Wisma Metropolitan, Jakarta berlangsung sangat meriah.

Acara ini dihadiri berbagai kalangan seperti pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), praktisi bisnis, jajaran direksi Bank Mandiri, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan juga lebih 700 mahasiswa dari 21 perguruan tinggi se-Jabotabek. Pembawa acara penganugerahan ini Dian Sastrowardojo.

Kegiatan yang digagas Bank Mandiri dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pemuda yang mau mengambil risiko terjun ke dunia usaha. Pemilihan wirausaha muda ini telah berlangsung selama enam bulan, dengan jumlah peserta lebih dari 500 orang, baik yang masih aktif sebagai mahasiswa maupun yang telah lulus. Mereka ini memiliki usaha di berbagai bidang jasa dan produk, seperti retail, agribisnis, kerajinan tangan, bengkel, waralaba, hingga properti.

Dalam sambutannya Prof. Boediono menyampaikan, UKM laksana benih-benih pilar utama perekonomian bangsa. UKM menjadi tonggak pemerataan ekonomi. UKM harus menjadi kekuatan di arena globalisasi. Indonesia membutuhkan lahirnya wirausaha-wirausaha baru untuk meneruskan tongkat estafet perjuangan generasi tua. Selanjutnya Prof. Boediono mengingatkan agar generasi muda tidak perlu banyak menuntut dalam memulai usaha. "Masa depan berada di tangan kita sendiri. Orang muda harus menyiapkan diri untuk menerima tongkat estafet generasi tua," pesannya.

Selanjutnya Direktur Utama Bank Mandiri, Agus Martowardojo menyampaikan "Inilah para pemenang yang patut diacungi jempol, karena mereka berhasil membuktikan dirinya sebagai generasi muda yang mampu menjadi seorang wirausahawan, dimana tidak tergantung pada ketersediaan lapangan kerja, namun sekaligus dapat menciptakan lapangan kerja baru,"

Ketika membacakan nama-nama pemenang, Pemimpin Redaksi Kompas Suryopratomo sekaligus ketua Dewan Juri Pemilihan Wirausaha Muda Mandiri mengatakan, "Sewaktu menjadi juri perlombaan ini, saya sempat berefleksi. Ketika masih muda, saya masih bergantung pada orangtua. Kini, para peserta justru sangat berbeda. Mereka sudah begitu mandiri"

Penilaian Pemilihan Wirausaha Muda Mandiri ini berlangsung sangat ketat yang meliputi penilaian data pribadi, deskripsi organisasi, pengembangan dan implementasi strategi, juga hasil yang telah dicapai serta rencana tiga tahun ke depan. Persyaratan lain yang juga menarik adalah bahwa usaha yang dilakukan telah berlangsung selama 2 tahun. Dalam malam final tersebut, selain Elang Gumilang, IPB berhasil menempatkan 2 mahasiswa lagi yaitu Wilujeng Kusumaningrum dengan usaha Pasta Daging Kerbau dari Fakultas Peternakan dan Desty Dwi Sulistyowati dengan usaha Florist dari Fakultas Pertanian. Dalam kategori alumni, IPB juga berhasil menempatkan finalis atas nama Gigin Mardiansyah dengan usaha Boneka Rumput "Horta" yang juga merupakan Ikon Karya Inovasi Mahasiswa IPB Tahun 2006-2007.

Sebelumnya selama 2 (dua) hari telah dilakukan "Workshop Mahasiswa Wirausaha Muda Mandiri" yang dihadiri lebih kurang 700 mahasiswa dari 21 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Jabodetabek. Dan mahasiswa IPB yang hadir dalam acara tersebut lebih dari 100 mahasiswa. Hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Dorojatun Kuntjorojakti (mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI), TP Rachmat (mantan Presiden Direktur PT ASTRA), Hermawan Kertajaya, Erry Firmansyah (Direktur Bursa Efek Jakarta), Ir. Ciputra, Djoenaedi Joesoef (Pendiri perusahaan farmasi PT Konimex), dll.

Mengenal Sosok Elang Gumilang

Di tempat terpisah ketika diwawancarai khusus oleh Prohumasi IPB, Elang Gumilang mengisahkan kisah sukses yang menghantarkannya meraih gelar Wirausaha Muda Mandiri Terbaik Indonesia Tahun 2007. Keikutsertaan Elang dalam lomba yang diselenggarakan Bank Mandiri dan UKM Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu berasal dari ketidaksengajaan. Pada suatu hari seorang tukang koran mendekati Elang dan menawarinya koran gratis dengan setengah memaksa. Awalnya Elang enggan menerima, namun karena kasihan ia terima juga. Toh koran itu gratis, pikirnya.

"Dari koran itulah saya membaca informasi lomba tersebut dan Alhamdulillah saya menang," kata Pria Pengelola Perumahan Sehat Sederhana Griya Salak Endah. Dari Juara I Wirausaha itu, Elang membawa hadiah sebesar Rp 20 juta, ditambah tawaran kuliah S2 di Universitas Indonesia. Melalui lomba itu terbuka jalan cerah bagi Elang untuk menapaki dunia wirausaha yang lebih luas. "Saya banyak ditawari modal dan ketemu relasi bisnis. Padahal dulu saya pernah diremehkan oleh sebuah bank syariah ketika mau mengajukan modal usaha. Menurut mereka lebih baik memberikan modal kepada tukang gorengan daripada saya yang dianggap masih kecil dan mahasiswa," kenang Elang. Bank tersebut kini mengejar-ngejar Elang untuk membantu Kredit Perumahan Rakyat-nya.

Jiwa kemandirian Elang telah tertempa sejak kecil. Orangtua Elang mengajarkan bahwa segala sesuatu diperoleh tidak dengan gratis. "Untuk mendapatkan play station saya diharuskan bisa hafal surat Yasin dalam waktu tiga hari. Orang tua saya ingin meyakinkan bahwa rezeki itu bukan berasal dari mereka tapi dari Allah SWT. Dengan berbekal keyakinan itulah saya yakin memang rezeki berasal dari Allah," urainya.

Sejak Sekolah Menengah Atas, Elang terbiasa berbisnis kecil-kecilan. Elang berjualan roti, donat dan beranekaragam produk. Itu semua dilakukan Elang dengan diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua. Takut dilarang, katanya.

Di masa SMA pula Elang mencoba ikut serta lomba, salah satunya Java Economic Competition atau Economic Contest IPB. Walhasil, perjuangannya tidak sia-sia. Elang juara I Java Economic Competition yang saat itu hadiahnya selain uang juga tiket gratis masuk Fakultas Ekonomi Manajemen IPB. "Waktu itu saya dihadapkan dua pilihan. Melanjutkan kuliah di IPB atau mengambil beasiswa The President University. Saya melakukan istikharah. Saya selalu melakukan istikharah sebelum mengambil pilihan hidup. Dan hati saya mantap memilih IPB," terawang Elang mengenang keberhasilannya.

Di IPB jiwa bisnis Elang berlanjut. Di Tingkat Persiapan Pertama IPB Elang berjualan sepatu dan suplier lampu bolam di Asrama TPB. Di tingkat dua, Pemenang Lomba Marketing yang diselenggarakan Universitas Trisakti ini berjualan minyak dari kawasan Perumahan Yasmin hingga IPB. "Satu per satu toko sepanjang daerah itu saya titipkan minyak. Lumayan capek juga sih. Sebab saya merangkap tukang kuli, sopir sekaligus manajer," kekehnya. Baru di tingkat 3, Elang mulai tertarik dunia properti. Hal itu dikuatkan saat ia memenangkan tender yang pertamakalinya sebesar Rp 160 juta di Jakarta. Setelah menang tender itu Elang banyak ditawari proyek dan menjadi developer.

Ada banyak impian yang ingin diraih Elang diantaranya membentuk organisasi bela diri Cimande dan membawahi perusahaan yang memperkejakan karyawan 100 ribu orang. Motivasi terbesar Elang dalam meraih impian tersebut adalah ingin menjadi tauladan bagi generasi muda, membantu masyarakat sekitar dan meraih kemulian dunia serta akhirat. Sukses untuk Elang, semoga cita-cita yang didamba bisa diraihnya. (*ris)


Valid XHTML 1.0 Transitional

This site best viewed
at 1024x768 resolution
in browser:
FireFox & IE 7