IPB University Pamerkan Produk Inovasi di PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo
IPB University menampilkan beragam produk inovasi berbasis riset pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo (20–25/6).
Inovasi yang dipamerkan merupakan produk inovasi dosen dan peneliti IPB University yang telah dikembangkan menuju tahap hilirisasi. Mencakup bidang pangan sehat, pertanian, kelautan dan perikanan, kesehatan, hingga produk kecantikan berbasis sumber daya hayati Indonesia.
Inovasi Pangan Sehat
Pada kategori Healthy Food Innovations, IPB University memperkenalkan berbagai produk pangan inovatif yang dikembangkan untuk mendukung pola hidup sehat sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Salah satunya adalah Tempe Beku Higienis, yang memiliki masa simpan lebih panjang sehingga memenuhi standar kualitas pasar ekspor. Inovasi ini membuka peluang lebih besar bagi produk tempe Indonesia untuk menembus pasar internasional.
IPB University juga menampilkan Gramy Rumput Laut Hijau, garam sehat berbahan rumput laut dengan kandungan natrium lebih rendah dan rasio natrium yang seimbang sehingga menjadi alternatif konsumsi bagi penderita hipertensi maupun masyarakat umum.
Produk inovatif lainnya adalah SeaCera, cereal bar berbahan spirulina yang diperkaya protein, vitamin, dan mineral sebagai camilan praktis bernutrisi. Sementara itu, Beras Sorgum menawarkan alternatif pangan tinggi protein dan serat yang sesuai untuk pola makan rendah karbohidrat serta mendukung kebutuhan penderita obesitas dan diabetes melitus.
Selain itu, terdapat Cajuputs Candy, permen berbahan minyak kayu putih yang memberikan sensasi segar sekaligus membantu meredakan rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
IPB University juga memperkenalkan Kasea Brown Rice Seaweed, beras analog berbahan rumput laut yang kaya antioksidan dan serat tinggi, serta Kasea Cream Soup Seaweed, sup krim rumput laut termodifikasi yang menjadi bagian dari pengembangan hilirisasi rumput laut dan implementasi konsep blue economy.
Melengkapi inovasi pangan sehat tersebut, Mie Sagoo hadir sebagai mi berbahan sagu yang bebas gluten, rendah indeks glikemik (GI), non-GMO, serta tinggi serat sehingga menjadi alternatif mi yang lebih sehat bagi masyarakat.
Teknologi untuk Petani dan Nelayan
IPB University juga menghadirkan berbagai inovasi pada kategori Agriculture and Marine Innovation yang secara langsung dirancang untuk meningkatkan produktivitas petani dan nelayan.
Di antaranya adalah Super Denox 1, bakteri pengoksidasi amonia dan nitrit asal laut Indonesia yang telah teruji, teridentifikasi, serta tersertifikasi paten. Teknologi ini membantu menjaga kualitas perairan budidaya.
Untuk sektor akuakultur, tersedia Vibrio Gone, senyawa antibio berbasis bakteri baik dan bakteriosin yang mampu menghambat pertumbuhan Vibrio spp. pada tambak udang sehingga meningkatkan kesehatan dan produktivitas budi daya.
IPB University juga mengembangkan Bion Sea, konsorsium mikroba laut yang berfungsi mengendalikan cyanobacteria, mengurai bahan organik, serta menyediakan nutrien bagi ekosistem perairan.
Sementara itu, Super Denox 2 membantu menjaga kualitas air melalui proses denitrifikasi yang aman, efektif, dan ramah lingkungan.
Dalam mendukung pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan, IPB University menghadirkan Hi-Par Meter, kit deteksi cepat untuk mengidentifikasi spesies hiu dan pari yang dilindungi Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) sehingga mendukung ketertelusuran produk perikanan.
Berbagai inovasi lain yang dipamerkan meliputi Aqua Pro-Boost, aditif pakan dan probiotik tambak untuk meningkatkan pertumbuhan udang; Provibio, biofertilizer dengan sembilan mikroorganisme bermanfaat yang mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen; Biohara Plus, pupuk organik cair sekaligus pestisida hayati; serta Fertigun, pupuk hayati berbentuk cair yang membantu meningkatkan produktivitas tanaman.
Seluruh inovasi tersebut dikembangkan untuk memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan langsung oleh petani maupun nelayan guna meningkatkan efisiensi usaha, hasil produksi, dan keberlanjutan lingkungan.
Produk Kesehatan dan Kecantikan
Selain inovasi di sektor pangan dan pertanian, IPB University juga memperkenalkan berbagai produk kesehatan.
Di antaranya Win’s Fish Oil, minyak ikan yang mengandung 350 mg Omega-3 untuk membantu menjaga kesehatan jantung, otak, dan tubuh secara menyeluruh.
Produk lainnya adalah Vita Docosa, suplemen yang diformulasikan untuk mendukung fungsi otak, kesehatan mata, dan pemenuhan nutrisi harian.
Pada sektor Beauty & Personal Care Innovations, IPB University menampilkan berbagai produk kosmetik berbasis rumput laut hasil riset.
Produk tersebut meliputi WEDLYN Peel Off Mask, masker berbahan rumput laut yang diperkaya kolagen ikan untuk membantu membersihkan sekaligus melembapkan kulit.
Kemudian terdapat WEDLYN Hand and Body, losion rumput laut yang membantu menjaga kelembapan kulit serta melindungi dari paparan sinar UV.
IPB University juga menghadirkan WEDLYN Seaweed Super Cream, krim berbahan rumput laut yang dipadukan dengan minyak zaitun dan aloe vera untuk menjaga elastisitas kulit.
Sementara itu, Mollus Rejuvenate Collagen merupakan serum inovatif berbasis biomaterial kolagen dengan teknologi Super Active Particle Collagen yang dirancang untuk membantu regenerasi kulit sehingga tampak lebih sehat dan bercahaya.
Hilirisasi Riset untuk Masyarakat
Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I), Dr Handian Purwawangsa menyebut, partisipasi IPB University dalam PENAS Petani Nelayan XVII menegaskan bahwa hasil riset tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, melainkan terus didorong menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Berbagai produk yang dipamerkan menunjukkan bagaimana riset mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai sektor. Melalui penguatan hilirisasi inovasi, IPB University terus berkomitmen menghadirkan teknologi yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, memperkuat daya saing produk Indonesia, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi yang berkelanjutan. (*/Rz)
