IPB University Perluas Jejaring Global OVOC, Bidik Ekspansi Produk Desa ke Malaysia
IPB University melalui One Village One CEO (OVOC) International memperkuat jejaring global dan ekosistem inovasi berbasis desa melalui rangkaian kegiatan di Malaysia. Upaya ini diwujudkan melalui observasi Tech Planter Malaysia 2026, penjajakan ekspansi produk kopi, serta penguatan kolaborasi akademik dengan Universiti Putra Malaysia (UPM).
Kegiatan bertujuan memperkuat kolaborasi internasional, mendorong transfer pengetahuan, serta memperluas jejaring inovasi dan bisnis global bagi startup dan produk unggulan desa binaan IPB University.
Dalam Demo Day Tech Planter Malaysia 2026 yang digelar Leave a Nest, delegasi IPB mengamati sembilan startup finalis pada tiga kategori utama: smart systems, eco-sustainability, dan bio-health.
Inovasi yang diamati antara lain sistem pemantauan lereng otonom untuk mitigasi bencana oleh Terrasense, teknologi daur ulang stiker liner oleh Materials In Works, konversi limbah kotoran ayam menjadi energi oleh Waste2watt, hingga pemanfaatan buah engkala sebagai pangan fungsional oleh Engkala BioInnovators.
Delegasi juga menjalin diskusi dan meninjau langsung ekosistem startup di Leave a Nest Malaysia, termasuk fasilitas Center of Garage. Diskusi difokuskan pada peluang transfer pengetahuan, program magang mahasiswa IPB di startup binaan Leave a Nest, potensi investasi, serta pembukaan akses pasar global bagi produk berbasis desa dalam program OVOC.
Muhammad Basril bin Muhammad Asri dari Leave a Nest Malaysia menyampaikan rencana kunjugannya ke Science Techno Park (STP) IPB pada 23 Juli 2026 untuk melaksanakan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) bersama. “Kami berharap dapat berdiskusi secara langsung dengan beberapa startup potensial binaan IPB mengenai peluang investasi serta pengembangan kolaborasi internasional,” imbuhnya.
Sebagai langkah lanjutan, Demo Day Startup Indonesia akan dilaksanakan pada 25 Juli 2026 di Bandung.
Selain penguatan inovasi, OVOC IPB University juga mendorong ekspansi bisnis produk desa, salah satunya kopi. Tim melakukan observasi lokasi pengembangan coffee shop di Subang Jaya (17/05) bersama Syamille Agro Farm, startup binaan IPB University. Produk kopi binaan IPB yang diperkenalkan mencakup green bean dan roasted bean dari berbagai daerah, termasuk Arabika Flores FW dan Tani Blend.
“Produk kopi binaan IPB University memiliki kualitas yang sangat menarik, terutama dari segi karakter rasa dan variasi origin. Hal ini menjadi potensi besar untuk dikembangkan di pasar Malaysia,” ujar Syamil Idrus, Executive Director Syammile Agro Farm.
Di sisi akademik, IPB University juga mempresentasikan OVOC International di Universiti Putra Malaysia (UPM). Program ini mengintegrasikan pengembangan produk desa, akses fasilitas inovasi, serta micro-credential bagi peserta internasional.
Pada pertemuan ini, Asisten Bidang Inkubator Bisnis Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I), Deva Primadia Almada, SPi, MSi mengungkap, “STP IPB merupakan kawasan terpadu yang berfokus pada pengembangan inovasi, inkubasi bisnis, transfer teknologi, serta hilirisasi riset di bidang pertanian, pangan, kelautan, dan biosains tropika.
“STP IPB juga dilengkapi berbagai fasilitas unggulan, seperti Startup Center, Teaching Industry, Pilot Plant, laboratorium analisis, hingga Halal Business Incubator untuk mendukung pengembangan startup dan komersialisasi produk inovasi,” jelasnya.
“Universiti Putra Malaysia menyambut baik program OVOC International yang diinisiasi oleh IPB University,” ungkap Prof Norsida Man, Deputy Director University Community Transformation Center (UCTC), UPM.
Melalui rangkaian kegiatan ini, IPB University memperkuat perannya sebagai penghubung antara inovasi, bisnis, dan pemberdayaan desa. Program OVOC tidak hanya membuka akses pasar global, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa serta menciptakan lapangan kerja berbasis kewirausahaan sosial yang berkelanjutan. (*/Rz)
