Perkuat Layanan Koperasi, IPB University dan KUD Bayongbong Sinergi Tingkatkan Produksi Susu Peternak
Tim IndoDairy 2 IPB University resmi menjalin kemitraan strategis dengan Koperasi Unit Desa (KUD) Bayongbong untuk mendongkrak produktivitas susu sapi melalui modernisasi layanan koperasi.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan dan penyaluran bantuan sistem air minum otomatis (ad libitum water) yang dilaksanakan pada momentum Rapat Anggota Tahunan (RAT) KUD Bayongbong di Garut, beberapa waktu lalu.
Program ini didukung oleh pendanaan dari Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) untuk mendukung program Peningkatan Produksi Susu Per Ekor (P2SP).
Bantuan sarana prasarana yang disalurkan kepada 20 peternak anggota meliputi toren air, green drinking bowl, pipa PVC, serta perlengkapan instalasi lainnya. Prof Sahara, In-Country Coordinator IndoDairy 2, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan sapi minum sesuai kebutuhan fisiologisnya demi menjaga keseimbangan metabolisme.
“Ad libitum water berpotensi meningkatkan produktivitas susu. Dari sisi peternak, penerapan sistem ini memberikan efisiensi waktu dan tenaga dalam penyediaan air serta manajemen pemeliharaan yang lebih praktis,” jelas Direktur International Trade Analysis and Policy Studies Fakultas Ekonomi dan Manajemen (ITAPS) IPB University ini.
Ketua KUD Bayongbong, H Roni, menyambut baik intervensi riset ini sebagai langkah transformasi koperasi dalam menghadapi perkembangan zaman. Ia berharap inovasi ini tidak hanya berhenti pada peserta program, tetapi juga diadopsi secara luas.
“Penting bagi koperasi untuk terus beradaptasi dengan teknologi digital agar tetap relevan. Harapannya, peternak lainnya dapat mulai mengadopsi inovasi seperti penggunaan air minum otomatis ini,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Koperasi UMKM Garut dan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) yang menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah kunci daya saing.
Dengan tata kelola yang transparan, sinergi antara akademisi dan koperasi ini diharapkan menjadi model berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas peternak serta meningkatkan kesejahteraan sektor persusuan nasional. (MW)
