Waspada Tanda Bahaya Kehamilan, Dokter IPB University Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

Waspada Tanda Bahaya Kehamilan, Dokter IPB University Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

waspada-tanda-bahaya-kehamilan-dokter-ipb-university-ingatkan-pentingnya-deteksi-dini.jpg
Ilustrasi (freepik)
Riset dan Kepakaran

Kegawatdaruratan pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang bisa mengancam keselamatan ibu dan janin. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba, seperti perdarahan, kejang, hipertensi, hingga infeksi berat. Karena itu, masyarakat perlu memahami tanda bahaya kehamilan agar dapat segera mencari pertolongan medis.

Hal tersebut disampaikan oleh dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Ganot Sumulyo, SpOG. Menurutnya, kegawatdaruratan pada ibu hamil merupakan kondisi akut yang dapat berujung fatal jika tidak segera ditangani.

“Kegawatdaruratan pada ibu hamil adalah kondisi yang mendadak dan mengancam nyawa ibu maupun bayinya, misalnya perdarahan, kejang, tekanan darah tinggi pada kehamilan, infeksi berat, hingga persalinan macet,” ujarnya pada program dalam program IPB Podcast di YouTube IPB TV.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan, sebagian besar kasus kegawatdaruratan sebenarnya dapat dicegah. Namun, dr Ganot menyebut, keterlambatan membawa ibu hamil ke fasilitas kesehatan masih menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu.

Tanda Bahaya pada Ibu Hamil
dr Ganot menekankan bahwa ibu hamil harus memahami tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera. Salah satu tanda yang paling penting adalah perdarahan pada masa kehamilan.

“Tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan itu nomor satu perdarahan. Di usia kehamilan berapa pun, kalau ada perdarahan harus segera ke rumah sakit,” tegasnya.

Selain itu, gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain sakit kepala hebat disertai pandangan kabur, nyeri perut yang sangat kuat, demam tinggi, serta sesak napas berat. Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi komplikasi serius seperti preeklamsia atau infeksi

Ia menambahkan, gerakan janin dapat menjadi indikator kesehatan bayi dalam kandungan. “Jika dalam beberapa jam tidak ada gerakan yang dirasakan, ibu hamil sebaiknya segera memeriksakan diri,” tambahnya.

Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan Rutin
Untuk mencegah kegawatdaruratan, dr Ganot menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin atau antenatal care (ANC). Kementerian Kesehatan menganjurkan minimal enam kali pemeriksaan selama masa kehamilan.

Ia juga mengingatkan bahwa risiko komplikasi tidak selalu berakhir setelah persalinan. Masa nifas hingga 42 hari setelah melahirkan tetap memerlukan pemantauan karena masih berisiko mengalami komplikasi.

“Kenali tanda bahaya sejak dini dan jangan menunda untuk mencari pertolongan medis. Dukungan keluarga juga sangat penting agar ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan aman,” ujarnya. (Fj)