Tiga Mahasiswa Ini Berbagi Cerita Bahagianya Kuliah di IPB University

Tiga Mahasiswa Ini Berbagi Cerita Bahagianya Kuliah di IPB University

tiga-mahasiswa-ini-berbagi-cerita-bahagianya-kuliah-di-ipb-university.jpg
Berita / Pendidikan

Kuliah dengan bahagia adalah impian banyak mahasiswa. Tidak sekadar lulus tepat waktu, tetapi juga bertumbuh, menemukan potensi diri, dan merasa didukung dalam setiap prosesnya. Tiga mahasiswa IPB University ini mengungkapkan pengalaman yang mereka rasakan selama menjalani perkuliahan.

Bagi Sarah Alia Rubi, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, ada satu kata yang dapat merangkum pengalamannya berkuliahnya di IPB University: “berwarna”.  Ia merasakan banyak pengalaman baru hingga menemukan potensi diri yang sebelumnya tidak ia sadari. 

“Kuliah di IPB University bukan sekadar belajar di ruang kelas, tetapi juga sarat aktivitas nonakademik yang memperkaya proses pengembangan diri,” kata dia.

Rubi menambahkan, kebahagiaan hadir saat ia mendapatkan kesibukan yang bermakna, karena dari sana ia menemukan esensi diri dan belajar menghargai setiap progres kehidupan.

Karena itu, mengartikan setiap tingkat perkuliahan punya tujuan berbeda. Tingkat pertama pengenalan, tingkat kedua dan ketiga eksplorasi, tingkat keempat persiapan jenjang karier. Seluruh kesibukan tersebut membuatnya selalu merasa bersyukur berada di IPB University.

“Salah satu hal yang membuatku bahagia berkuliah di IPB University adalah banyaknya kesempatan untuk kita bisa melakukan eksplorasi pengalaman,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Sofia Lorena. Mahasiswa Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika ini mengibaratkan perjalanan kuliahnya seperti menanam dan merawat pohon. “Tidak ada yang langsung tinggi dalam semalam, semua dimulai dari benih kecil,” tuturnya.

Menurut dia, kegiatan akademik seperti perkuliahan, praktikum, dan diskusi menjadi akar yang menancap kuat, membentuk kemampuan berpikir kritis, disiplin, dan tanggung jawab.

“Sementara kegiatan nonakademik seperti batang dan cabang yang membuat kita berkembang ke berbagai arah,” kata Sofia. Lingkungan kampus yang suportif, mulai dari dosen hingga pertemanan menjadi faktor utama dalam proses tersebut.

Ia mengakui tantangan selalu ada. Namun IPB University menyediakan ruang untuk terus bertumbuh hingga ia merasa lebih matang dan percaya diri.

Sementara itu, Keizha Adiwangga menilai IPB University sebagai ruang kehidupan yang kritis dan fair. Ia menyampaikan bahwa setiap langkah memiliki konsekuensi, baik akademik maupun nonakademik. Semuanya itu membentuk dirinya menjadi pribadi bertanggung jawab dan konsisten.

Ia menegaskan, IPB University secara konsisten membuka ruang berkembang yang inklusif dan beragam. Menurutnya, setiap ide dan inspirasi dihargai dengan integritas sebagai pondasi.

“Jika tujuan tertinggi dari menuntut ilmu adalah kebijaksanaan, maka IPB benar-benar menciptakan ekosistem yang berorientasi pada striving for excellence,” ungkap mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen tersebut. (dr)