Rektor IPB University Dorong Dosen Baru Jadi Pengajar Inspiratif bagi Generasi Masa Depan
IPB University menyambut puluhan dosen baru hasil seleksi formasi tahun 2025. Dari total 505 pelamar, sebanyak 56 orang dinyatakan lolos dan akan bergabung sebagai dosen tetap non-PNS di lingkungan IPB University.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang berhasil melewati proses seleksi. “Selamat kepada para dosen yang telah melewati seleksi yang sangat kompetitif. Dari sekitar 505 pendaftar, yang diterima hanya 56 orang. Rasio ini hampir sama dengan tingkat keketatan seleksi mahasiswa baru di IPB,” ujarnya.
“Bagi kami, rekrutmen dosen bukan sekadar proses administrasi. Ini adalah proses strategis untuk menentukan kualitas masa depan IPB, karena dosen merupakan jantungnya universitas,” jelasnya.
Menurutnya, kualitas dosen sangat menentukan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi sumber lahirnya pemimpin di lingkungan akademik.
Kepada para dosen baru, Rektor berpesan agar tidak berhenti pada pencapaian lolos seleksi. Ia menilai perjalanan akademik sesungguhnya justru dimulai ketika seseorang menjalani peran sebagai dosen.
Ia juga mengajak para dosen untuk menjadi pengajar yang mampu menginspirasi mahasiswa, terutama di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Ada ungkapan, the mediocre teacher tells, the good teacher explains, the superior teacher demonstrates, but the great teacher inspires. Dosen yang hebat adalah dosen yang mampu menginspirasi mahasiswa,” tuturnya.
Di era AI, menurutnya, peran dosen tidak lagi sekadar memberikan jawaban kepada mahasiswa. “Tugas kita adalah membantu mahasiswa menyusun pertanyaan yang benar dan membangun cara berpikir kritis,” katanya.
Rektor juga menekankan pentingnya memahami dan menginternalisasi budaya akademik IPB University yang menjunjung tinggi integritas, kerja keras, dan kolaborasi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.
“Integritas adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam dunia akademik. Selain itu, dosen IPB dikenal sebagai pekerja keras yang terbiasa berjuang dalam berbagai kompetisi riset. Ke depan, kita juga harus semakin kolaboratif karena banyak persoalan tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu disiplin ilmu,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) IPB University, Prof Sri Suharti, menjelaskan bahwa proses rekrutmen ini merupakan bagian dari upaya memperkuat SDM akademik di IPB.
“Seluruh rangkaian pengadaan calon dosen tetap IPB formasi 2025 dapat diselesaikan dengan baik. Proses ini bertujuan memperoleh kandidat terbaik yang memiliki kompetensi akademik, integritas, serta potensi pengembangan tridarma perguruan tinggi,” ujarnya.
Dalam prosesnya, pelamar harus melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar, talent assessment, seleksi kompetensi bidang, tes psikologi, hingga wawancara tingkat pimpinan.
“Proses ini bukan hanya menambah jumlah dosen, tetapi juga membangun generasi akademik masa depan IPB yang akan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (AS)
