Maknai Ramadan dengan Zakat, Dosen IPB University Tekankan Efektivitas dan Dampak Kesejahteraan
Zakat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban yang bersifat material, tetapi juga sebagai ibadah yang berfungsi menyucikan harta sekaligus jiwa. Khusus pada Ramadan, zakat fitrah menjadi wujud nyata kepedulian sosial terhadap sesama.
Melalui zakat, kebahagiaan dan makna kemenangan di Hari Raya dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk oleh masyarakat yang kurang mampu. Dengan demikian, semangat berbagi menjadi bagian penting dari perayaan Idulfitri.
Dosen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University, Dr Laily Dwi Arsyianti, menyampaikan bahwa perkembangan era digital turut mendorong transformasi dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, inovasi teknologi membawa perubahan signifikan dalam sistem penghimpunan dan penyaluran dana zakat.
Pembayaran zakat secara daring, misalnya, kini semakin memudahkan umat muslim dalam menunaikan kewajiban tersebut. “Lembaga-lembaga zakat di Indonesia terus berinovasi untuk meningkatkan efektivitas pengumpulan dan distribusi zakat, sekaligus memperluas dampaknya terhadap kesejahteraan umat,” ujarnya kepada reporter Humas IPB University.
Sejumlah lembaga zakat juga menjalin kolaborasi dengan para muzakki yang bergerak di sektor pertanian, seperti produsen beras dan sembako. Produk-produk tersebut kemudian dibeli dan disalurkan kembali kepada para mustahik sebagai penerima manfaat zakat.
“Untuk memudahkan mustahik, tersedia pula fasilitas ‘ATM beras’ sehingga mereka dapat mengambil zakat sesuai kebutuhan. Inovasi ini dihadirkan guna meningkatkan efisiensi, transparansi, serta memperkuat dampak zakat bagi kesejahteraan umat,” jelasnya.
Dr Laily turut mencontohkan inovasi yang dilakukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Al Hurriyyah IPB. Lembaga ini memberikan kemudahan bagi muzakki melalui sistem pemotongan langsung pada rekening payroll. Skema ini dinilai praktis dan mendorong konsistensi dalam berzakat.
“Sebagai bentuk transparansi, UPZ IPB juga menyampaikan laporan kepada para muzakki terkait penyaluran dana zakat yang telah dilakukan,” kata Kepala Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah (CIBEST) ini.
Dalam pelaksanaannya, UPZ IPB University bekerja sama dengan DKM Masjid Al Hurriyyah untuk menyelenggarakan berbagai program penggalangan dana, mulai dari infaq untuk berbuka puasa dan sahur, zakat fitrah, hingga zakat mal.
Menurut Dr Laily, program-program tersebut tidak hanya bertujuan menghimpun dana, tetapi juga meningkatkan literasi dan pemahaman tentang zakat di kalangan civitas akademika IPB University. Selain itu, kegiatan ini juga terbuka bagi partisipasi masyarakat luas. (Lp)
