Lima LRI IPB University Selenggarakan Workshop Sharing Lesson Learned antar-Pusat Studi

Lima LRI IPB University Selenggarakan Workshop Sharing Lesson Learned antar-Pusat Studi

lima-lri-ipb-university-selenggarakan-workshop-sharing-lesson-learned-antar-pusat-studi.jpg
Berita

Lembaga Riset Internasional (LRI) IPB University mengadakan Workshop Sharing Lesson Learned di Ballroom Gedung Startup Center (GSC), Kampus IPB Taman Kencana (28/1). 

LRI memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan pusat-pusat studi di IPB University. LRI terdiri dari 1) LRI Kemaritiman, Kelautan dan Perikanan, 2) LRI Teknologi Maju , 3) LRI Lingkungan dan Perubahan Iklim, 4) LRI Pangan, Gizi, Kesehatan dan Halal, dan 5) LRI Pembangunan Sosial, Ekonomi dan Kawasan.

Acara ini menjadi wadah untuk setiap pusat studi saling berbagi praktik baik (best practices) serta pembelajaran penting (lesson learned) dalam pengelolaan program internasional yang dapat direplikasi dan diadaptasi bersama. 

Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim IPB University, Prof Ernan Rustiadi dalam sambutannya menyebut, “Tata kelola berdasarkan best practice di pusat-pusat studi akan diformalkan sebagai regulasi bersama.”

Prof Iskandar Z Siregar, Wakil Rektor bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni menambahkan, peraturan di IPB University yang akan dikembangkan di antaranya Global Engagement, Management and Knowledge Cooperation, Legislative Alliance, dan Transactional International Exposure. 

Workshop dilanjutkan dengan pemaparan dari para pembicara dan diskusi di setiap sesi yang berlangsung secara informatif. Prof Damayanti Buchori, Kepala Pusat Kajian Sains Berkelanjutan dan Transdisiplin (CTSS) membagikan pengalaman perekrutan research fellows untuk memperkuat jejaring, memanfaatkan media sosial, dan menjadikan pusat-pusat menjadi pusat informasi yang ilmiah dan popular. 

Prof Yonvitner, Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) menambahkan pelajaran berharga lainnya. “Pusat studi membangun kapasitas peneliti yang inklusif lintas senior dan junior research fellows, mendukung penelitiannya, mengadakan research bootcamp dan fasilitasi beasiswa.”

Workshop ini juga menghadirkan lesson learned dari Pusat Studi Agraria (PSA) diwakili oleh Sekretaris PSA Dr Dyah Ita Mardiyaningsih mengenai kerja sama internasional, serta Hosting International Researchers dari Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) dipresentasikan oleh Kepala PSSP drh Fitriya Nur Annisa Dewi, PhD.

Sekretaris Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Prita Ayu Permatasari, SP, MSi. berbagi bagaimana mengelola mitra jangka panjang, Sekretaris Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Kusuma Darma, SP, MSi menyampaikan lesson learned tentang Hak kekayaan intelektual.

Diskusi makin menarik ketika Kepala Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC) Prof Mohamad Rafi memparkan publikasi international top tier, dan Sekretaris Pusat Kajian Resolusi Konflik (CARE) Dr Agit Kriswantriyono memaparkan topik pengembangan masyarakat.

Prof Anas Miftah Fauzi, Kepala LRI Teknologi Maju menutup diskusi dengan pesan, “Pusat studi yang sudah berhasil agar menjadi referensi oleh pusat studi lain didukung dengan peraturan tata kelola dan ekosistem riset serta sistem informasi dengan membangun pangkalan data yang selalu diperbarui.” (*/Rz)