IPB University Kembali Luncurkan Program Dosen Pulang Kampung 2026 untuk Akselerasi Inovasi di Desa

IPB University Kembali Luncurkan Program Dosen Pulang Kampung 2026 untuk Akselerasi Inovasi di Desa

ipb-university-kembali-luncurkan-program-dosen-pulang-kampung-2026-untuk-akselerasi-inovasi-di-desa.jpg
Berita / Pengabdian Masyarakat

IPB University kembali meluncurkan program Dosen Pulang Kampung pada 2026 sebagai langkah nyata untuk mendekatkan inovasi kampus dengan kebutuhan masyarakat desa. Program ini menjadi wadah bagi para dosen untuk mengabdi di lokasi yang memiliki kedekatan historis dan sosiologis dengan mereka.

Dalam acara sosialisasi Dosen Pulang Kampung 2026 yang digelar secara daring (13/3), Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet menekankan pentingnya peran kampus sebagai sumber solusi bagi problematika sosial. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus berada sedekat mungkin dengan realitas kehidupan masyarakat agar ilmu yang dikembangkan tidak hanya menjadi tumpukan teori.

“Prinsip inilah yang selalu menjadi fondasi setiap langkah kita dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya darma terkait dengan pengabdian kepada masyarakat. Nah, dalam konteks itulah program Dosen Pulang Kampung memiliki makna yang sangat penting dan juga strategis,” ujar Dr Alim.

Secara filosofis, Dr Alim menggambarkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sebagai sebuah benih yang memerlukan media tanam yang tepat. “Benih yang berkualitas tentu tidak akan memberikan manfaat kalau hanya disimpan misalnya di dalam gudang. Benih yang bagus harus ditanam, dirawat, dan juga dibiarkan tumbuh di tanah yang nyata.”

“Saya mengibaratkan desa dan kampung halaman kita adalah tanah. Ilmu dan inovasi tumbuh subur di desa dan memberikan manfaat untuk masyarakat,” ujar Dr Alim.

Rektor berharap kepulangan para dosen ke kampung halamannya mampu membawa transformasi sosial yang signifikan melalui jaringan dan pengetahuan yang mereka miliki. “Maka, ini bukan sekadar pengabdian biasa, tapi ini bisa berdampak pada transformasi sosial yang sangat signifikan di desa,” tambahnya.

Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LP2AI) Dr Handian Purwawangsa melaporkan bahwa program Dosen Pulang Kampung tahun ini dikelola oleh LP2AI, lembaga baru hasil integrasi Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) dengan Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) yang bertujuan untuk mempercepat hilirisasi karya dosen. 

Dr Handian menjelaskan bahwa fokus utama pengabdian adalah pada aspek diseminasi pengetahuan, penerapan teknologi, serta hilirisasi inovasi di berbagai wilayah Indonesia.

Terkait teknis pelaksanaan, Dr Handian menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk meminimalkan beban administratif agar para peserta dapat lebih fokus pada esensi pengabdian mereka. Ia juga memberikan arahan khusus kepada para dosen untuk memanfaatkan momen mudik lebaran sebagai pencarian ide dan mitra. “Ketika mudik ini diharapkan para dosen bisa mencari ide dan juga mencari mitra. Jadi, setelah pulang mudik, proposalnya sudah selesai,” kata Dr Handian.

Program Dosen Pulang Kampung 2026 menargetkan keterlibatan 440 dosen yang terbagi dalam 110 kelompok untuk diterjunkan ke 110 desa di seluruh Indonesia. Pendaftaran program dibuka mulai 14 Maret hingga 2 April 2026 dengan target penyelesaian seluruh rangkaian kegiatan pada akhir Desember 2026. Melalui program ini, IPB University berkomitmen untuk terus menghadirkan karya terbaik demi kemajuan bangsa dan ketahanan ekonomi masyarakat berbasis inovasi. (MHT)