Bukber Ramadan, 200 Ketua Ormawa dan Pimpinan IPB University Pererat Silaturahmi dan Kolaborasi

Bukber Ramadan, 200 Ketua Ormawa dan Pimpinan IPB University Pererat Silaturahmi dan Kolaborasi

bukber-ramadan-200-ketua-ormawa-dan-pimpinan-ipb-university-pererat-silaturahmi-dan-kolaborasi.jpg
Berita / Student Insight

Suasana kebersamaan Ramadan terasa hangat saat 200 ketua organisasi mahasiswa (ormawa) berbuka puasa bersama Rektor dan jajaran pimpinan IPB University. Pertemuan ini tak hanya menjadi momentum silaturahmi, tetapi wadah refleksi kepemimpinan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Prof Deni Noviana menegaskan, para ketua ormawa merupakan generasi estafet perjuangan yang akan membawa nilai-nilai luhur dalam kepemimpinan. 

“Bagi IPB University, ormawa punya peran strategis dalam membangun budaya kampus yang positif,” tegasnya.

Ia juga menekankan nilai-nilai penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin mahasiswa, yakni ketekunan kepada Tuhan Yang Maha Esa, integritas, kolaborasi, serta kemampuan menjadi motor penggerak kebermanfaatan bagi kampus, organisasi, dan negara. 

“Mahasiswa IPB University tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak luhur dan etika dalam bertindak,” imbuh Prof Deni.

Sementara itu, Rektor Dr Alim Setiawan Slamet menyampaikan kebanggaannya terhadap para aktivis mahasiswa yang telah menghidupkan dinamika kampus melalui berbagai kegiatan, mulai dari olahraga, seni, hingga diskusi ilmiah. Ia menegaskan bahwa banyak tokoh besar lahir dari organisasi kampus.

Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga muruah kampus serta menciptakan lingkungan yang aman dan berintegritas. Dalam momen itu, Dr Alim turut menegaskan komitmen IPB University untuk menindak tegas berbagai pelanggaran, termasuk dugaan kekerasan seksual melalui mekanisme pelaporan resmi yang tersedia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hurriyyah Prof Abdul Munif memberikan refleksi makna puasa Ramadan. Ia menjelaskan bahwa puasa mengandung empat nilai utama, yaitu normatif (kepatuhan terhadap kewajiban), purifikatif (pembersihan jiwa dan peningkatan ketakwaan), preventif (melatih kesabaran sebagai perisai diri), serta preservatif (menjaga kesehatan).

Momen ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan pimpinan IPB University untuk saling bertukar gagasan serta memperkuat kolaborasi. Dari atmosfer kebersamaan Ramadan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarormawa, menumbuhkan semangat pengabdian, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa. (*/Rz)