Badan Investasi dan Bisnis IPB University Dorong Pengelolaan Aset Transparan melalui Implementasi GRC
Kepala Badan Investasi dan Bisnis IPB University, Dr Indah Yuliasih, menegaskan pentingnya governance, risk, and compliance (GRC) dalam pengelolaan bisnis berbasis aset di lingkungan IPB.
Melalui pendekatan tersebut, pengembangan bisnis tidak hanya diarahkan pada peningkatan pendapatan, tetapi juga menjaga amanah publik serta reputasi institusi sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH).
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa setiap keputusan investasi di IPB University harus melalui mekanisme perencanaan bisnis yang matang.
“Kami berharap bahwa setiap keputusan investasi ini akan melalui mekanisme business plan, artinya kita melakukan studi kelayakan dan dilakukan secara transparan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa IPB University memiliki posisi unik sebagai PTNBH karena mengelola aset negara yang dipisahkan serta aset milik negara. Kondisi ini menuntut keseimbangan antara fleksibilitas dalam menjalankan bisnis dan akuntabilitas publik yang tinggi.
Menurutnya, pengembangan bisnis berbasis aset juga diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Keberadaan unit bisnis kampus, kata dia, dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa melalui berbagai program praktik dan kerja sama industri.
Dalam pengelolaan bisnis tersebut, Badan Investasi dan Bisnis juga mengidentifikasi sejumlah risiko yang perlu dimitigasi, antara lain sengketa aset, ketidakpatuhan regulasi, komersialisasi berlebihan, serta risiko reputasi. Oleh karena itu, integrasi GRC dinilai menjadi instrumen penting untuk memastikan optimalisasi aset sekaligus menjaga misi akademik IPB University.
Dr Indah juga menegaskan prinsip utama dalam pengelolaan aset kampus. “Prinsip besar dari pengelolaan aset yang ada di IPB untuk bisnis adalah aset tidak untuk dijual. Prinsipnya control without selling,” tegasnya.
Dengan prinsip tersebut, IPB University tetap mempertahankan kepemilikan aset, sementara pemanfaatannya dapat dilakukan melalui berbagai skema kerja sama seperti joint operation atau kerja sama operasi (KSO), build-operate-transfer (BOT) atau bangun guna serah, maupun joint venture.
Ia berharap sinergi antarunit di IPB University dapat memperkuat implementasi GRC sehingga pengawasan tidak menjadi beban administratif, melainkan menjadi panduan strategis dalam pengembangan bisnis kampus secara berkelanjutan. (dr)
