Air Hangat Jadi Awal Berbuka yang Ideal, Guru Besar FKGiz IPB University Ungkap Manfaatnya
Berbuka puasa menjadi momen penting untuk mengembalikan energi dan cairan tubuh setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, cara berbuka yang kurang tepat justru dapat memicu rasa kembung, lemas, hingga gangguan pencernaan.
Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Prof Ahmad Sulaeman, menekankan pentingnya berbuka secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi kembali dengan baik.
Dalam tayangan IPB Pedia di kanal YouTube IPB TV, Prof Ahmad menjelaskan bahwa berbuka puasa sebaiknya diawali dengan air putih hangat dan makanan manis alami seperti kurma.
“Berbuka puasa sebaiknya diawali dengan air putih, kemudian makan manis alami seperti kurma atau buah. Hal ini membantu membangunkan sistem pencernaan secara perlahan agar tubuh tidak mengalami shock,” ujarnya.
Menurutnya, setelah seharian berpuasa, tubuh mengalami penurunan energi dan kekurangan cairan sehingga proses berbuka perlu dilakukan secara terencana dan tidak berlebihan. Ia mengingatkan bahwa banyak orang cenderung “balas dendam” saat berbuka dengan mengonsumsi berbagai makanan sekaligus.
“Mengatur nafsu makan itu penting. Setelah menahan diri seharian, kita sering ingin makan semuanya. Nah, itu tidak ideal,” katanya. Ia menjelaskan, tujuan berbuka puasa mencakup lima hal, yaitu mengikuti sunah, mengembalikan energi, merehidrasi tubuh, menjaga kesehatan, serta mencegah makan berlebihan.
Hindari Es dan Makanan Pemicu Iritasi
Prof Ahmad juga mengingatkan agar masyarakat menghindari makanan terlalu pedas, tinggi lemak jenuh, serta minuman dingin saat awal berbuka. Menurutnya, suhu dingin dapat membuat lambung kaget setelah lama kosong.
“Air dingin atau es bisa membuat perut kaget. Malah yang bagus itu hangat saja,” jelasnya. Ia menambahkan, makanan pedas berisiko menimbulkan iritasi, terutama bagi individu yang memiliki masalah lambung.
Setelah tahap awal berbuka, menu utama dianjurkan mengikuti prinsip gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, dan serat dalam satu piring. Kombinasi tersebut membantu menjaga stabilitas gula darah, mengembalikan energi, serta membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. (Fj)
