Ujian Tesis Tak Selalu Menegangkan, Zaidan Rasakan Suasana Akademik yang Menyenangkan di IPB University

Ujian Tesis Tak Selalu Menegangkan, Zaidan Rasakan Suasana Akademik yang Menyenangkan di IPB University

ujian-tesis-tak-selalu-menegangkan-zaidan-rasakan-suasana-akademik-yang-menyenangkan-di-ipb-university.jpg
Berita / Pendidikan

Ujian tesis yang kerap identik dengan ketegangan, ternyata dapat berlangsung menyenangkan dan membahagiakan. Pengalaman tersebut dirasakan oleh A Zaidan An Naafi, mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Pangan Sekolah Pascasarjana IPB University, yang menjalani ujian tesis dalam suasana santai, komunikatif, dan penuh apresiasi akademik.

Dalam ujian tersebut, Zaidan menilai pendekatan dosen penguji menjadi faktor utama yang membuat proses akademik ini terasa berbeda. 

Ia mengungkapkan bahwa setelah presentasi selesai, ujian dibuka dengan suasana diskusi yang cair. 

“Ujian tesis kali ini terasa menyenangkan karena suasananya sangat santai dan tidak menekan. Dosen penguji membuka ujian dengan pendekatan diskusi, jadi saya merasa lebih seperti sedang bercerita terkait penelitian, bukan sedang diuji secara menegangkan,” ujarnya.

Pendekatan tersebut membuat pertanyaan yang diajukan terasa jelas dan membantu Zaidan menjelaskan penelitiannya dengan nyaman. Suasana ujian yang diselingi canda membuat dirinya dapat menjalani proses tersebut dengan tenang dan enjoy, tanpa merasa terbebani.

Penelitian tesisnya berangkat dari keterlibatan Zaidan dalam usaha Faux Society, sebuah bisnis coffee shop milik kakak sepupunya yang telah berdiri lebih dari tiga tahun. Sejak awal pendiriannya, ia terlibat dalam pengembangan produk, pengelolaan sumber daya manusia, hingga perumusan konsep bisnis. 

Dengan latar belakang studi di bidang pangan, khususnya kopi, Zaidan menjadikan Faux Society sebagai objek penelitian dengan mengintegrasikan konsep ilmiah yang dipelajari di bangku kuliah dan penerapannya secara langsung pada bisnis kopi yang tengah berjalan.

Momen paling berkesan bagi Zaidan adalah saat dosen penguji memberikan respons positif dan masukan yang membangun. Menurutnya, hal tersebut menjadi bentuk penghargaan atas proses panjangnya selama penyusunan tesis. 

“Saya merasakan bahwa usaha yang telah dilakukan benar-benar diapresiasi, terlebih dengan suasana diskusi yang disertai senyum dan komunikasi santai, sehingga kepercayaan dirinya semakin meningkat,” ucapnya.

Pengalaman ini juga berbeda jauh dari bayangan awal Zaidan. Jika sebelumnya ujian tesis dibayangkan kaku dan penuh tekanan, kenyataannya justru berlangsung akrab dan mengalir. 

“Perbedaan paling terasa, terletak pada cara dosen penguji menyampaikan pertanyaan yang komunikatif dan tidak mengintimidasi,” ujar Zaidan. Sikap ramah dan terbuka dari dosen penguji, kata dia, turut berperan besar dalam membangun rasa percaya dirinya.

“Saya merasa lebih nyaman untuk menjelaskan penelitian dan menyampaikan pendapat dengan lancar. Dukungan kecil seperti respons positif dan arahan yang jelas membuat suasana ujian terasa lebih menyenangkan,” ucapnya. (dr)