Teken MoU, IPB University Siap Dukung Belitung Jadi Blue Carbon Island
IPB University dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Kampus IPB Dramaga, Bogor (10/2).
Kerja sama difokuskan pada penguatan sumber daya manusia (SDM), riset berbasis potensi lokal, pengelolaan lingkungan hidup, serta percepatan transformasi ekonomi menuju pembangunan berkelanjutan.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bupati Belitung beserta jajaran. Ia menegaskan kesiapan IPB University berkolaborasi lintas sektor.
“IPB University terdiri dari 14 fakultas dan sekolah dengan lebih dari 38.000 mahasiswa serta sekitar 1.500 dosen. Kami memiliki lebih dari 330 guru besar, terbanyak secara persentase di Indonesia. Dari sisi SDM (sumber daya manusia), kami siap membantu Kabupaten Belitung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, IPB University memiliki reputasi global, termasuk peringkat top 50 dunia pada bidang agriculture and forestry serta unggul dalam sustainability.
Menurutnya, Kabupaten Belitung bukan wilayah asing karena telah lama menjadi living laboratory kegiatan tridarma, khususnya bagi Departemen Biologi dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University.
Dr Alim juga menekankan konsep Sustainability with Prosperity, yakni konservasi lingkungan yang berjalan seiring peningkatan kesejahteraan.
Ia mencontohkan pendampingan agroforestri di Garut sejak 2018 yang berhasil meningkatkan nilai tambah kopi hingga ekspor ke Eropa serta memperbaiki kondisi sosial-ekonomi masyarakat.
“Program konservasi lingkungan dapat sekaligus meningkatkan kesejahteraan jika didukung inovasi unggul dan talenta unggul,” katanya.
IPB University juga menawarkan berbagai skema kolaborasi, mulai dari Beasiswa Utusan Daerah (BUD), riset lingkungan dan pesisir, pengembangan inovasi berbasis komoditas lokal, hingga program One Village One CEO (OVO) yang membangun ekosistem hulu-hilir desa.
Selain itu, terdapat Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi dan program Dosen Pulang Kampung yang telah membawa 106 inovasi ke berbagai daerah.
Sementara itu, Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menyebut kerja sama ini sebagai momentum strategis memperkuat pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Ia mengakui tantangan utama daerahnya adalah kualitas SDM.
“Kabupaten Belitung memiliki potensi besar di sektor lingkungan, kelautan, perikanan, perkebunan, dan pariwisata berbasis alam. Namun pengelolaannya harus terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan visi menjadikan Kabupaten Belitung sebagai blue carbon island dan role model transformasi ekonomi dari ketergantungan tambang menuju pariwisata dan ekonomi kreatif.
Djoni optimistis, dengan pendampingan IPB University, Belitung dapat menjadi pilot project pembangunan berkelanjutan yang mendunia. (dr)
