Tanpa Ragu, Ini Alasan Tiga Mahasiswa Putuskan IPB University Jadi Kampus Impian
Memilih perguruan tinggi bukanlah keputusan yang sederhana. Bagi Keizha Adiwangga, alumnus SMAN 7 Kota Tangerang, reputasi kampus menjadi faktor utama yang mengantarkannya memilih IPB University sebagai tempat melanjutkan studi.
Keizha menilai IPB University memiliki citra yang kuat sebagai kampus unggulan di Indonesia, baik dari sisi akademik maupun pengembangan diri mahasiswa.
“IPB adalah kampus dengan reputasi yang sangat baik. Saya dan orang tua tidak ragu menjadikan IPB sebagai pilihan,” ujar yang kini menyandang status mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University.
Keizha diterima melalui Jalur Ketua OSIS, jalur seleksi yang menurutnya unik dan visioner karena memberi ruang bagi potensi kepemimpinan siswa. “IPB percaya bahwa bakat kepemimpinan muda juga penting, bukan hanya nilai akademik. IPB bahkan menjadi pionir Jalur Ketua OSIS yang belum banyak dimiliki kampus lain,” kata dia.
Keyakinan Keizha terhadap IPB semakin kuat setelah mengikuti IPB OSIS Fest 2022, kegiatan talent scouting yang mempertemukannya langsung dengan pimpinan IPB University.
“Saya bisa berdiskusi langsung dengan Rektor IPB saat itu, Prof Arif Satria, hingga para dekan. Dari situ, saya melihat IPB sebagai kampus yang inklusif, kritis, dan visioner,” kesannya.
Keputusan Keizha juga mendapat dukungan penuh dari keluarga, guru, hingga alumni sekolah yang telah lebih dulu berkuliah di IPB University. Menurutnya, keterbukaan informasi di IPB University memudahkan calon mahasiswa untuk memahami keunggulan kampus.
“Saya berharap setelah lulus bisa langsung berkarier sesuai bidang saya. IPB menjadi batu loncatan penting menuju itu,” ungkapnya penuh yakin.
Pandangan serupa disampaikan oleh M Syahrul Rizki, mahasiswa Program Studi Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan. Menurutnya, IPB University tidak hanya mendidik mahasiswa secara akademis, tetapi juga menghargai ide dan bakat nonakademik.
“IPB percaya setiap ide dan bakat mahasiswa adalah aset berharga, yang dibangun dengan karakter berintegritas,” tutur lulusan MAN 1 Cianjur tersebut.
Kini, selama berkuliah, Syahrul aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan nonakademik. Ia tercatat pernah menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Silvikultur (Tree Grower Community) dan juga Ketua Organisasi Mahasiswa IPB Cianjur (OMICI) dan Duta IPB, pengalaman yang diyakininya menjadi bekal penting untuk masa depan.
Sementara itu, Sarah Alia Rubi, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), menilai IPB University unggul dalam pengembangan talenta individu sejak mahasiswa baru hingga pascalulus.
Sebagai alumnus SMAN 86 Jakarta, Sarah berpandangan, “IPB memberi kita banyak kesempatan belajar di luar kelas, membangun track record, hingga persiapan karier seperti kelas TOEFL/IELTS dan sertifikasi.”
Ketiganya sepakat bahwa IPB University merupakan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menyediakan ruang luas bagi mahasiswa untuk bertumbuh, beradaptasi, dan siap menghadapi dunia nyata. (AS)
