PKSPL, HA-IPB Sumbar, dan HAT Hidupkan Tradisi Mandabiah Basamo bagi Masyarakat di Pengungsian

PKSPL, HA-IPB Sumbar, dan HAT Hidupkan Tradisi Mandabiah Basamo bagi Masyarakat di Pengungsian

pkspl-ha-ipb-sumbar-dan-hat-hidupkan-tradisi-mandabiah-basamo-bagi-masyarakat-di-pengungsian.jpg
Berita

IPB University hadir di Sumatera Barat (Sumbar) menghidupkan kembali tradisi di tengah keterbatasan pascabencana. Melalui Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) dan Himpunan Alumni (HA) Sumbar, IPB University menggelar kegiatan Mandabiah dan Mendoa Basamo menyambut Ramadan, menguatkan semangat masyarakat yang tengah menjalani masa transisi pemulihan.

Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan HAT (Herry W, Arwin Rasyaid, Toni W) Team 2026 dan dilaksanakan di empat lokasi, yakni Nagari Salareh Air (Kabupaten Agam), Nagari Bayang Utara (Kabupaten Pesisir Selatan), Nagari Sungai Batang (Kabupaten Agam), serta Nagari Pauh (Padang). Perkumpulan Alumni Pelajar dan Mahasiswa Minang (PAPMM) IPB University ikut terlibat menggalang dana untuk kegiatan ini.

Mandabiah merupakan tradisi yang telah tumbuh dan mengakar dalam masyarakat Sumbar saat memasuki bulan puasa. Menjelang Ramadan, masyarakat umumnya memotong hewan sapi atau kerbau kemudian memasaknya bersama-sama.

Ketua HA-IPB Sumbar, Dr Yozawardi yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumbar menyampaikan, “Terima kasih kepada HAT 2026, PKSPL IPB, PAPMM atas dukungan kegiatan Mandabiah dan Mendoa Basamo tahun ini di pengungsian.”

Kepala PKSPL IPB University, Prof Yonvitner yang juga hadir menyampaikan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari program trauma healing masyarakat pascabencana. 

“Masyarakat terlibat aktif dan bergontong royong, sehingga dapat menghilangkan kejenuhan dan trauma mereka dengan bersama-sama memasak. Terlihat mereka menikmati kegiatan dan serasa lebih semangat lagi. Begitu juga saat makan bajamba dan mendoa memasuki puasa, terasa sekali kekeluargaan dan seperti terhilang beban karena bencana,” ungkap Prof Yonvitner.

Berkat kegiatan ini, masyarakat tetap bisa merasakan rendang sapi meski tengah berada dalam hunian sementara. “Semoga masyarakat bisa berpuasa dengan tenang, dan nyaman,” pesan perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HA-IPB Agam, drh Iron Maria Edi yang kini mengabdi di Nagari Salareh Aia selaku motor pelaksanaan acara Mandabiah di Salareh Air. 

Senada, drh Fitro mengatakan bahwa masyarakat di Sungai Bayang Utara menyampaikan terima kasih ke donatur HAT 2026 dan pihak yang telah memfasilitasi PAPMM IPB Sumbar. Fitro berharap masyarakat juga bisa terbantu untuk menyambut lebaran nantinya. (*/Rz)