Perkuat Kolaborasi, IPB University, PT Supra Sari Lestari, dan Mom Uung Edukasi Produk Pangan Bergizi
IPB University memperkuat kolaborasi bersama sejumlah mitra industri dalam pengembangan produk pangan bergizi, khususnya untuk ibu hamil dan ibu menyusui.
Penandatanganan kerja sama dilakukan dengan PT Supra Sari Lestari dan PT Ibu Anak Sukses (Mom Uung). Kerja sama ini merupakan komitmen bersama dalam menghadirkan produk pangan yang aman, berkualitas, dan berbasis riset.
Managing Director PT Supra Sari Lestari, Bryan HR Suryanto, BSc, PhD menegaskan bahwa kolaborasi dengan IPB University menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi produk yang berdampak luas.
“Integrasi riset akademik dengan kebutuhan industri memungkinkan kami menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan dapat diterima masyarakat,” jelasnya. PT Supra Sari Lestari sendiri telah berpengalaman lebih dari dua dekade di industri pangan olahan dan minuman.
Sebagai bagian dari rangkaian kerja sama, kegiatan talkshow turut digelar sebagai wadah edukasi publik mengenai pentingnya produk pangan berbasis riset, khususnya bagi ibu hamil dan menyusui. Melalui forum ini, masyarakat diajak memahami bahwa pangan bergizi, aman, dan efektif harus didukung oleh penelitian ilmiah yang kuat.
Salah satu narasumber, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof M Rizal M Damanik, memaparkan hasil risetnya terkait manfaat tanaman torbangun (Plectranthus amboinicus) sebagai pelancar air susu ibu (ASI).
Prof Rizal menjelaskan, penelitian torbangun berawal dari ketertarikannya mengkaji kebenaran praktik turun-temurun di masyarakat. Ia menilai kearifan lokal sering kali menyimpan potensi ilmiah yang belum banyak diungkap melalui riset modern.
“Pemanfaatan torbangun untuk ibu menyusui sudah lama dikenal dalam tradisi masyarakat Batak. Namun, saat itu belum ada pembuktian ilmiah mengenai efektivitasnya. Karena itu saya mulai meneliti sejak 2001 dan hingga kini penelitian masih terus berlanjut karena manfaatnya cukup luas,” ujarnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi torbangun dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Pada awalnya, tanaman ini dikonsumsi dalam bentuk sayur rebus. Seiring waktu, masyarakat mengolahnya dengan menambahkan santan agar rasanya lebih dapat diterima.
“Tradisi mengonsumsi torbangun terbukti secara ilmiah. Ibu menyusui yang mengonsumsinya menunjukkan peningkatan produksi ASI. Awalnya hanya direbus, tetapi kemudian ditambahkan santan agar lebih mudah dikonsumsi,” jelasnya.
Seiring perkembangan riset, torbangun tidak hanya dikonsumsi sebagai sayuran, tetapi juga dikembangkan menjadi kapsul laktasi dan pangan fungsional, serta telah diakui sebagai herbal pendukung ASI dalam regulasi Kementerian Kesehatan.
Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Dr Alfian Helmi, menegaskan bahwa kemitraan dengan industri merupakan bagian dari visi IPB dalam menjawab tantangan gizi dan kesehatan nasional. Ia juga memperkenalkan Science Technopark IPB sebagai fasilitas pendukung pengembangan riset terapan dan inovasi produk bersama industri. (AS)
