Mengapa Balita Cepat Tertidur Saat Berkendara? Dosen FKGiz IPB University Berikan Penjelasan Ilmiahnya
Kebiasaan membawa balita berkendara untuk membuatnya tertidur ternyata memiliki dasar ilmiah. Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Yeni Quinta Mondiani, SpN, menjelaskan bahwa gerakan mengayun dan white noise dari kendaraan berperan dalam menenangkan sistem saraf bayi.
Dalam beberapa studi diperlihatkan bahwa ruangan di dalam mobil yang sedang bergerak merupakan lingkungan yang aman, hangat, dan tenang seperti di dalam rahim.
dr Yeni menjelaskan, suara dan getaran mesin mobil menciptakan bunyi yang konsisten serta gerakan seperti mengayun, yang membantu bayi merasa rileks. Respons bayi terhadap gerakan mengayun merupakan reaksi alami dari sistem sensorimotor mereka.
“Penelitian menunjukkan bahwa gerakan mengayun yang lembut dan konstan dapat mengatur sistem saraf pusat dan sistem jantung bayi secara terkoordinasi sehingga membuat mereka lebih tenang,” jelasnya.
Gerakan mengayun membuat serebrum bayi merasa tenang dan memicu respons parasimpatis berupa relaksasi, penurunan denyut jantung, serta rasa nyaman.
Serebrum atau otak kecil merupakan bagian dari sistem saraf pusat pada balita. Bagian otak ini tergolong paling primitif dan selalu berada dalam kondisi waspada. Fungsinya adalah memantau berbagai rangsangan dan kejadian di lingkungan sekitar.
Selain gerakan, dengungan mesin kendaraan yang stabil merupakan salah satu bentuk white noise yang menenangkan bagi bayi. White noise adalah suara yang mengandung semua frekuensi dengan intensitas dan distribusi yang sama.
“Deru mesin kendaraan ini menghasilkan jenis white noise yang dapat meniru suara yang familiar bagi bayi saat masih berada di dalam rahim, sekaligus menutupi suara keras lain yang dapat menstimulasi otak bayi,” ucapnya.
White noise, dijelaskan dr Yeni, memengaruhi tidur dengan mendorong otak bayi untuk memasuki dan mempertahankan gelombang lambat yang ritmis, yaitu gelombang tidur.
“Saat berkendara, balita tahu orang tuanya berada di dekatnya dan merasa aman sehingga memungkinkan bayi menonaktifkan rangsangan dari dunia luar dan benar-benar rileks hingga tertidur,” urai dr Yeni.
Perhatikan Keamanan
Meski efektif, aspek keamanan tetap menjadi perhatian. Saat berkendara di mobil, perlunya pemasangan car seat secara tepat untuk menjamin keamanan balita saat tertidur di mobil.
Saat berkendara di motor, pastikan anak dalam posisi “terikat” pada orang tuanya atau ada orang dewasa lain yang memastikan anak dapat dipegang dengan baik.
Adapun bila orang tua ingin balita tidak tertidur saat diajak berkendara, dr Yeni menyarankan untuk memastikan bayi tidak terlalu lelah sebelum perjalanan, menghindari perjalanan 30–45 menit sebelum waktu tidur siang, tidak memberi botol susu atau empeng, mengajak bayi mengobrol, serta menepi sejenak untuk mendapatkan perubahan suasana. (dr)
