Mahasiswa University of Tasmania Belajar Studi Keberlanjutan ke IPB University
Sebanyak 36 mahasiswa University of Tasmania (UTAS), Australia melakukan kunjungan akademik ke IPB University dalam rangka mengikuti mata kuliah bertema keberlanjutan. Kunjungan ini berfokus pada pembelajaran praktik keberlanjutan di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan perubahan iklim dan ilmu kebumian.
Rombongan disambut Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Dr Berry Juliandi. Ia menyampaikan, IPB University memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan dan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).
“IPB University merupakan salah satu kampus di Indonesia yang sangat concern dan terkemuka dalam isu sustainability. Kami beberapa kali meraih penghargaan nasional terkait SDGs. Ini yang menjadi daya tarik bagi mahasiswa Australia,” ujar Dr Berry.
Sejumlah program studi menjadi sorotan utama, seperti Meteorologi Terapan, juga kajian kelautan yang relevan dengan isu climate change dan marine science. “Apa yang mereka pelajari di sini menjadi kredit resmi untuk mata kuliah Sustainability di Australia,” jelasnya lagi.
Dosen University of Tasmania sekaligus koordinator kegiatan, Dr Taufiq Tanasaldy, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami konteks keberlanjutan secara global, tetapi juga membangun relasi antarnegara.
“Kami ingin mahasiswa mengenal Indonesia secara langsung, tetapi dengan tujuan akademik yang jelas. Karena itu, kami kemas melalui mata kuliah Sustainability,” ungkapnya.
Ia menyebut IPB University dipilih karena memiliki program unggulan yang relevan serta hubungan kerja sama yang telah terjalin lama. “Dalam dua tahun terakhir, IPB menjadi lokasi utama karena kekuatan program dan jejaring akademiknya,” kata Dr Taufiq.
Lebih lanjut, ia membuka peluang pengembangan kerja sama ke depan, tidak hanya sebatas kunjungan mahasiswa. “Ke depan, kami berharap ada timbal balik. Bisa berupa kunjungan mahasiswa IPB ke Tasmania, atau kerja sama riset dalam kelompok kecil yang lebih efektif,” ujarnya.
Terkait peluang student exchange dan double degree, Dr Taufiq menilai IPB University memiliki kesiapan institusional yang kuat. “Kerja sama akan lebih optimal jika difokuskan pada bidang-bidang yang sudah mapan, seperti marine science di UTAS atau bidang keberlanjutan di IPB, sehingga manfaatnya seimbang,” pungkasnya. (AS)
