LP2AI IPB University Dorong Startup Mandiri dan Berkelanjutan melalui Program Inkubasi PRIME STeP 2026
IPB University melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LP2AI) membuka kembali program inkubasi bisnis startup melalui Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP) tahun 2026.
Memasuki tahun keempat pelaksanaan, program ini tidak hanya berfokus pada pendanaan, tetapi juga membangun ekosistem kolaboratif agar startup mampu tumbuh mandiri dan berkelanjutan.
Kepala LP2AI IPB University, Dr Handian Purwawangsa menegaskan bahwa keberhasilan inkubasi tidak cukup hanya melalui pelatihan di kelas, tetapi harus diwujudkan melalui sinergi sumber daya antara startup, kampus, dan mitra industri.
“Teman-teman startup punya kemampuan dan semangat, IPB punya jaringan serta fasilitas, mitra juga memiliki sumber daya masing-masing. Kalau semuanya dikolaborasikan menjadi ekosistem yang utuh, bisnisnya insyaallah akan lebih besar dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pada tahun keempat ini LP2AI mulai menaruh perhatian besar pada upaya menghubungkan tenant dengan ekosistem bisnis yang telah berjalan di IPB University, termasuk fasilitas produksi, inovasi dosen, hingga jejaring industri. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat komersialisasi hasil riset kampus.
Dr Handian juga menekankan pentingnya pendekatan dialogis dalam proses seleksi dan pendampingan tenant. Reviewer tidak hanya menilai proposal, tetapi turut berdiskusi untuk membantu startup menemukan strategi pengembangan usaha.
“Kami ingin berdiskusi bersama, bukan sekadar mengoreksi. Pengalaman menunjukkan, ketika pengusaha muda diberi ruang berkembang, hasilnya justru jauh lebih baik,” katanya.
Selain mendorong keuntungan bisnis startup, LP2AI juga berharap tenant dapat memberikan kontribusi bagi keberlanjutan ekosistem Science Techno Park (STP) IPB University serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Target 100 Startup
Sementara itu, Wakil Kepala Lembaga Bidang Inkubator Bisnis dan Kemitraan Industri LP2AI, Prof Rokhani Hasbullah menyampaikan bahwa program PRIME STeP periode 2023–2027 menargetkan inkubasi 100 startup.
Pada 2023, sebanyak 14 tenant menerima pendanaan Rp200 juta per startup dengan hasil peningkatan tenaga kerja dari 488 menjadi 616 orang atau naik 26 persen. Revenue tenant juga meningkat signifikan dari Rp303 miliar menjadi Rp574 miliar atau melonjak 89 persen selama masa inkubasi.
“Tahun 2026 kami menargetkan inkubasi 40 startup, terdiri atas 28 tenant inkubasi, delapan praakselerasi, dan empat tenant akselerasi dengan pendanaan hingga Rp550 juta per startup,” jelasnya.
Ke depan, ia menandaskan, LP2AI akan terus memperkuat kolaborasi startup dengan inventor dosen agar inovasi kampus dapat berkembang menjadi bisnis berdampak, membuka lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (AS)
