IPB University Perkenalkan Agroforestri di Garut kepada Mahasiswa SUIJI-SLP Indonesia-Jepang

IPB University Perkenalkan Agroforestri di Garut kepada Mahasiswa SUIJI-SLP Indonesia-Jepang

ipb-university-perkenalkan-agroforestri-di-garut-kepada-mahasiswa-suiji-slp-indonesia-jepang.jpg
Berita / Pengabdian Masyarakat

Sebanyak 28 mahasiswa yang terdiri dari 21 mahasiswa IPB University, 7 mahasiswa Jepang (Ehime University, Kochi University, dan Kagawa University), 2 orang profesor Jepang, dan 3 dosen IPB mengikuti rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di kawasan agroforestri Garut. 

Kawasan ini dijalankan oleh Koperasi Al Bayyinah dan didampingi oleh Dr Handian Purwawangsa, dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan sekaligus Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LP2AI) IPB University. 

Peserta menempuh perjalanan selama 8 jam dari Bogor menuju Desa Jayamekar, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui Six University Initiative Japan Indonesia (SUIJI) Service Learning Program (SLP). 

Mahasiswa diterima di Kantor Desa Jayamekar oleh Camat Pakenjeng, Kepala Desa Jayamekar, Kapolsek Pakenjeng, staf kecamatan dan masyarakat pada Sabtu (22/2). 

Camat Pakenjeng dalam sambutannya mengatakan, “Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun pembelajaran berbasis pengalaman yang berkontribusi pada pengembangan potensi desa secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jayamekar, Lia Suzana, menyambut hangat kehadiran para mahasiswa. “Kami merasa bangga dan terbuka untuk berkolaborasi. Harapannya, kehadiran mahasiswa SUIJI-SLP dapat memberikan dampak positif bagi penguatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa,” tuturnya.

Dr Supriyanto sebagai Asisten Bidang Layanan Agromaritim LP2AI menambahkan, “Kegiatan SUIJI Indonesia-Jepang ini adalah ajang untuk memperkenalkan produk agroforestri seperti kopi, durian, dan alpukat kepada mahasiswa Indonesia dan Jepang.”

Indri Hapsari Fitriyani, Asisten Direktur Perencanaan dan Pengembangan Pendidikan Internasional ikut mendampingi mahasiswa dan menyerahkan tim pelaksana SUIJI Indonesia-Jepang. 

“Mahasiswa tidak hanya belajar dari teori, tetapi langsung berinteraksi dengan masyarakat dan melihat praktik agroforestri yang nyata di lapangan. Ini menjadi ruang pembelajaran kolaboratif yang sangat berharga,” kata dia. 

Kegiatan hari pertama juga diisi dengan kunjungan ke berbagai lokasi usaha agroforestri. Mahasiswa melihat langsung proses pemetikan daun teh, penyortiran, pelayuan (whitering), penggulungan (rolling), hingga pengeringan (drying). Mereka juga diajak untuk mengobservasi kawasan agroforestri dan praktik kegiatan grafting alpukat, pengeringan kapulaga, dan hilirisasi pengolahan kopi. 

Kegiatan pengabdian masyarakat akan dilanjutkan sampai 1 Maret 2026 dengan berbagai kegiatan pengenalan agroforestri kopi dari hulu–hilir, edukasi lingkungan ke sekolah di sekitar desa, dan berbagai inovasi bersama masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan Direktorat Pendidikan Internasional (DPI) dan Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LP2AI). 

Melalui pendekatan service learning, mahasiswa diharapkan mampu menggali potensi lokal sekaligus merumuskan kontribusi nyata yang berkelanjutan bagi Desa Jayamekar.