IPB University dan ANRI Teken MoU Penguatan Tata Kelola Kearsipan dan Tridarma

IPB University dan ANRI Teken MoU Penguatan Tata Kelola Kearsipan dan Tridarma

ipb-university-dan-anri-teken-mou-penguatan-tata-kelola-kearsipan-dan-tridarma.jpg
Berita

IPB University menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk memperkuat kerja sama di bidang kearsipan dan tridarma (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, dan Kepala ANRI, Mego Pinandito di Kampus Dramaga, Bogor, Selasa (24/2).

Turut hadir perwakilan dari ANRI, Direktur Layanan dan Pemanfaatan Arsip Eli Ruliawati, Kepala Biro Hukum, Kerja Sama dan Humas Muhammad Sumitro, Kepala Pusat Pelatihan SDM Listianingtyas Murgiwati, Direktur SDM Kearsipan dan Sertifikasi Amieka Hasraf, serta Ketua Kerja Sama Adhie Gesit Pambudi.

Kepala ANRI, Mego Pinandito, mengatakan kerja sama ini merupakan perpanjangan dan penguatan kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya. Ia menekankan pentingnya tata kelola arsip sebagai memori kolektif bangsa, termasuk pengelolaan arsip statis yang dapat dibuka untuk publik sebagai sumber pembelajaran.

“IPB memiliki sejarah panjang dan kontribusi besar di bidang pertanian. Arsip-arsipnya menjadi bagian dari memori bangsa, bahkan berpotensi menjadi memori dunia,” ujarnya.

Menurut Mego, pengelolaan arsip yang baik juga krusial dalam menjaga aset vital seperti tanah dan kekayaan intelektual. ANRI, mendorong akses publik terhadap arsip yang dapat dibuka, sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh data dan literasi meningkat, katanya.

Ia juga membuka peluang peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kearsipan melalui program pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) di IPB University. ANRI berencana mendorong pegawainya melanjutkan studi, termasuk melalui skema beasiswa dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Rektor Dr Alim Setiawan Slamet menyampaikan bahwa IPB University telah melakukan transformasi tata kelola, termasuk digitalisasi arsip akademik. Seluruh skripsi dan karya ilmiah terdokumentasi dalam repositori terbuka. Dokumen fisik kini hanya dipertahankan untuk arsip yang memiliki nilai sejarah.

“Setiap tahun IPB menghasilkan arsip dan pengetahuan dalam jumlah besar. Ini merupakan aset knowledge yang harus dikelola dengan baik agar memberi manfaat luas,” kata Dr Alim.

IPB University, sebutnya, juga mengembangkan museum sejarah pendidikan pertanian dan telah menerbitkan sejumlah buku sejarah sebagai bagian dari upaya menjaga marwah institusi dan bangsa.

Melalui MoU ini, kedua institusi sepakat memperkuat sinergi dalam pengelolaan arsip sejarah pendidikan pertanian, pengembangan kompetensi SDM kearsipan, serta pemanfaatan arsip untuk mendukung program strategis nasional, termasuk ketahanan pangan.

Kerja sama tersebut diharapkan segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan akses publik terhadap arsip. (dh)