Anjing Dianggap Bagian dari Keluarga, Ini Pentingnya Paham Tingkah Lakunya yang Unik

Anjing Dianggap Bagian dari Keluarga, Ini Pentingnya Paham Tingkah Lakunya yang Unik

anjing-dianggap-bagian-dari-keluarga-ini-pentingnya-paham-tingkah-lakunya-yang-unik
Ilustrasi (freepik)
Artikel

Di tengah gelombang gaya hidup kekinian, semakin banyak orang hidup berdampingan dengan companion animal, salah satunya anjing. Anjing saat ini tidak hanya sebagai hewan peliharaan semata, tetapi banyak yang menganggapnya sebagai bagian dari keluarga pemiliknya.

Hasil penelitian membuktikan, anjing sebagaimana manusia, dapat merasakan kesedihan, kegembiraan, atau kebutuhan akan kenyamanan. Namun, pemiliknya terkadang kurang mengerti karena anjing memang tidak dapat berkomunikasi lewat kata-kata.

Proses Evolusi

Berdasarkan analisis genetik, anjing dan serigala terpisah menjadi spesies yang berbeda sekitar 27 ribu–40 ribu tahun lalu . Bukti arkeologi menunjukan bahwa anjing yang sudah didomestikasi oleh manusia di Jerman sekitar 14.200 tahun lalu. Secara konsensus, pakar genetika menyatakan bahwa anjing didomestikasi dari serigala 14 ribu tahun lalu di Eropa.

Anjing modern saat ini merupakan hasil evolusi selama ribuan tahun bersama manusia. Oleh sebab itu, kecerdasan emosional yang dimiliki anjing terkait dengan evolusi ini. Sering kali pemilik akan melihat anjingnya berduka ketika hewan kesayangannya itu kehilangan anggota keluarga ataupun sahabat.

Dalam dunia hewan. anjing dikategorikan sebagai salah satu spesies yang paling peka secara emosional. Oleh sebab itu, anjing sering kali memperlihatkan ekspresi emosinya seperti kegembiraan dan antusiasme, frustrasi, dan juga kesedihan. 

Salah satu perilaku anjing yang sangat menonjol yang sering kita amati adalah kebiasaan menandai wilayahnya dengan urine, kotoran, ataupun gesekan tubuhnya pada semak atau pohon. Perilaku ini sangat erat hubungannya dengan sifat liar anjing untuk menandai wilayahnya sekaligus sebagai bentuk komunikasi dengan sesamanya ataupun hewan lainnya.

Di samping itu, anjing juga dapat menunjukkan rasa kasih sayang dengan cara membawa hadiah kepada pemiliknya. Tingkah laku ini tidak lepas dari perilaku anjing di alam liar, mereka sering berbagi makanan dan sumber daya lainnya dengan anggota kelompoknya. 

Rasa ingin tahu anjing dapat juga tercermin dari perilaku. Misalnya, menegakkan telinga ke depan, ekor lurus ke belakang, dan mata tertuju pada suatu objek merupakan sikap investigatif. Perilaku ini diwariskan dari nenek moyangnya yang sangat berguna di alam liar untuk mendeteksi mangsa, ancaman, ataupun sesuatu yang menarik.

Sering kali, pemilik dibuat kesal karena anjing mereka suka menggali tanah di halaman ataupun tanah di dalam pot bunga. Ini merupakan perilaku alamiah anjing sebagai hewan pemburu. Di samping itu, kebiasaan menggali ini juga terkait dengan upaya anjing untuk mengatur suhu tubuhnya agar tetap stabil.

Rahasia di Balik Tingkah Laku Anjing

Jika kita amati, sering kali anjing menatap pemiliknya ataupun orang lain yang dipercayanya dengan sorotan mata yang mendalam. Kontak mata ini mencerminkan ikatan kuat antara anjing dan pemiliknya. Tingkah laku itu melambangkan kedekatan, kasih sayang, dan cintanya pada pemilik.

Sebaliknya, jika kita menyaksikan anjing menggeram dengan suara yang rendah, artinya ia sedang berusaha mengekspresikan rasa takut dan kecemasan yang sedang dialaminya. Oleh sebab itu, dalam kondisi seperti ini pemiliknya harus dapat mengerti dan melakukan tindakan untuk menenangkan dan memberikan rasa aman pada anjingnya dengan cara mendekatinya secara perlahan.

Hal lain yang sering kita temukan adalah anjing sangat suka sekali dipeluk dan digendong. Bagi anjing, ini merupakan bentuk kasih sayang yang didambakannya. Jadi, tidak heran jika anjing menunjukkan antusiasmenya ketika bertemu kembali dengan pemilik setelah berpisah cukup lama. Ia akan menggonggong, mencakar, dan melompat-lompat dengan riang.

Banyak pemilik menyadari bahwa dirinya sering diikuti anjingnya ke mana pun ia bergerak, baik di dalam maupun di luar rumah. Tingkah laku ini sangat penting dipahami, karena itu ialah bentuk ekspresi rasa aman ketika anjing berada di dekat pemiliknya.

Jika anjing memperlihatkan perilaku dengan cara duduk di atas jari kaki kita, perilaku ini merupakan ekspresi rasa sayang anjing sekaligus keinginan agar tetap berhubungan dengan pemiliknya.

Apakah Anjing Memahami Kita?

Satu pertanyaan yang paling banyak muncul di masyarakat adalah apakah anjing dapat memahami manusia?

Hasil penelitian pakar psikologi mengungkap bahwa kecerdasan anjing setara dengan kecerdasan anak berusia dua tahun. Jika dilatih secara bertahap, anjing dapat menghitung dan mengembangkan kosakata lebih dari 160 kata, bahkan beberapa anjing terlatih dapat mengenali sebanyak 250 kata. 

Di samping itu, hasil penelitian mengungkap bahwa anjing memiliki daya ingat yang baik. Hanya saja, ingatan anjing terhadap masa lalu sangat lemah kecuali ketika anjing dihadapkan pada situasi dan tempat yang serupa. Jadi, anjing bukanlah hewan pendendam jika pernah mengalami hal yang kurang nyaman.

Anjing Memiliki Indra Keenam?

Banyak orang percaya anjing memiliki indra keenam. Mereka dianggap mampu memprediksi datangnya badai bahkan kematian.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tersebut bukanlah hal mistis melainkan bukti ketajaman insting mereka. Anjing memiliki kepekaan sangat tinggi terhadap perubahan tekanan barometrik dan pendengaran yang jauh lebih tajam dibanding manusia. Kemampuan ini membuat anjing dapat mendeteksi suara petir dari jarak yang sangat jauh, bahkan sebelum manusia menyadarinya. Karena itu, tidak usah heran jika anjing terlihat gelisah sebelum badai datang karena mereka sudah merasakannya lebih dulu.

Adapun kebiasaan menjilat pada anjing terkait erat dengan ekspresi tanda kasih sayang. Terkadang, itu juga menjadi cara mereka untuk memberitahukan hal penting. Dalam dunia kedokteran, perilaku anjing ini digunakan untuk mendeteksi suatu penyakit, misalnya kanker. Hal itu karena mereka terlatih untuk terus-menerus menjilat, mengendus, atau bahkan menggigit dengan lembut area tertentu pada tubuh pemiliknya yang bermasalah.

Dengan kemampuan menjilat dan penciuman yang luar biasa, anjing juga dapat mendeteksi perubahan kimiawi hasil metabolisme tubuh manusia. Karena itu, mereka dapat mendeteksi kanker dan diabetes. Berkat kepekaan penciumannya, anjing bahkan bisa mendeteksi penyakit sebelum orang mengetahuinya.

Memahami Tingkah Laku Anjing

Perilaku anjing yang paling menonjol yang sering kita jumpai adalah menggonggong. Ini merupakan salah satu bentuk komunikasi dengan manusia dan juga hewan lainnya. Gonggongan anjing juga dimaksudkan sebagai bentuk peringatan akan adanya kegiatan yang tidak biasa, seperti ketika ada orang yang tidak dikenal. Menggonggong juga merupakan ekspresi perilaku anjing untuk menunjukkan wilayah, menarik perhatian, kegembiraan, ketakutan dan kesepian.

Tingkah laku lain yang sering diperlihatkan anjing adalah menggigit. Ini merupakan ekspresi akan rasa takut, kaget, atau naluri anjing untuk melindungi anggota keluarga ataupun barangnya tidak boleh diusik oleh orang lain. Di samping itu, rasa sakit dan frustasi dapat memicu anjing menggigit.

Harus dipahami bahwa anjing tidak tiba-tiba menggigit. Umumnya, ia akan lebih dulu menggonggong dan menggeram. Oleh sebab itu, jika anjing memperlihatkan perilaku seperti ini sebaiknya jangan didekati.

Anjing juga sering memiringkan kepalanya agar dapat mendengar lebih jelas. Secara fisik, anjing memiliki pendengaran yang luar biasa dan menangkap berbagai macam suara dengan mudah. Namun, dalam kondisi tertentu anjing membutuhkan gerakan memiringkan kepala untuk meningkatkan kepekaan pendengarannya.

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, kedekatan anjing dengan pemiliknya ataupun orang lain melambangkan ikatan batin. Oleh sebab itu, tidak heran jika anjing sering ditinggal di rumah untuk waktu yang cukup lama, mereka akan tampak murung dan sedih, bahkan bisa membuatnya depresi.

Pemahaman terhadap tingkah laku anjing ini sangat krusial dalam meningkatkan kebahagiaan, tidak saja bagi pemilik tapi juga pada anjing yang dimilikinya.

Prof Ronny Rachman Noor
Pakar Genetika Ekologi IPB University