Mahasiswa IPB University Gagas Ferternak, Jawab Kendala Peternak di Desa Sentra Buah Manggis di Bogor
Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, melaksanakan program kerja unggulan bertajuk Ferternak (Fermentasi Pakan dan Limbah Peternakan). Desa Karacak terkenal sebagai desa sentra penghasil manggis di Bogor.
Program ini dirancang sebagai upaya inovatif dalam pengelolaan pakan dan limbah peternakan dari hulu ke hilir. Ferternak berfokus pada penerapan teknologi sederhana namun aplikatif, yaitu pembuatan silase sebagai pakan ternak fermentasi serta pembuatan pupuk organik dari kotoran hewan (KoHe).
“Program ini dirancang untuk menjawab permasalahan yang dihadapi petani dan peternak, seperti ketersediaan pakan berkualitas terutama pada musim tertentu, serta pengelolaan limbah peternakan yang belum optimal,” kata Fauzan Bara Putra, perwakilan tim sekaligus penggagas Ferternak.
Rangkaian meliputi sosialisasi pada 25 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026 di beberapa peternakan yang ada di Desa Karacak, ditutup kegiatan demonstrasi pada 13 Januari 2026.
Selama kegiatan sosialisasi, tim mendatangi peternakan warga untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat fermentasi pakan dan pengolahan limbah peternakan. Materi meliputi prinsip dasar fermentasi, bahan dan alat yang dibutuhkan, tahapan pembuatan silase, hingga proses pengolahan kotoran hewan menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan dan bernilai guna.
Puncak kegiatan Ferternak dilaksanakan melalui demonstrasi pembuatan silase dan pupuk KoHe yang dihadiri oleh petani, peternak, serta perangkat desa. Pada kegiatan ini, peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pencacahan bahan, pencampuran, hingga tahap fermentasi. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif dan diskusi yang berlangsung selama kegiatan.
Kepala Desa Karacak, Hj Onas Hestiani, SIP, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Ia berharap Ferternak dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat desa.
“Saya berharap melalui program Ferternak ini, pengetahuan dan pemahaman petani serta peternak di Desa Karacak dapat meningkat, khususnya dalam pengelolaan pakan ternak dan limbah peternakan. Inovasi sederhana seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ferternak digagas oleh Fauzan Bara Putra dan Muhammad Ramadhan Yudha Prawira, mahasiswa Fakultas Peternakan IPB University. Program ini kemudian diimplementasikan secara kolaboratif bersama seluruh tim KKNT Inovasi, yakni Alima Zia Mufida, Farihah Malvalena, Kinanthi Amurwani Estu Respati, King Budi Satria Halim, Muhammad Raifan, dan Cyril Ghina Nandy Aula.
“Melalui program Ferternak, kami berupaya mendorong kemandirian petani dan peternak dalam menyediakan pakan ternak berkualitas serta mengelola limbah secara berkelanjutan. Semoga program ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Karacak sebagai langkah nyata menuju sistem peternakan yang lebih efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan,” harap Fauzan. (*/Rz)
