Kepala Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University: Teknologi DART ToF MS Perkuat Penegakan Hukum Kehutanan

Kepala Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University: Teknologi DART ToF MS Perkuat Penegakan Hukum Kehutanan

kepala-pusat-studi-biofarmaka-tropika-ipb-university-teknologi-dart-tof-ms-perkuat-penegakan-hukum-kehutanan.jpg
Ilustrasi illegal logging (freepik)
Riset dan Kepakaran

Upaya pencegahan illegal logging dan illegal timber trade membutuhkan dukungan teknologi ilmiah yang andal. Salah satunya melalui identifikasi spesies dan asal-usul kayu berbasis senyawa kimia menggunakan teknologi Direct Analysis in Real Time–Time of Flight Mass Spectrometry (DART TOF MS).

Kepala Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University, Prof Mohamad Rafi, menilai bahwa DART TOF MS mampu memperkuat verifikasi kayu secara cepat dan akurat.

Perdagangan kayu ilegal telah berdampak luas, mulai dari hilangnya biodiversitas, perubahan iklim, hingga berkurangnya pendapatan negara. Kerusakan lingkungan akibat praktik tersebut juga dapat memicu bencana seperti banjir dan gangguan ekosistem lainnya.

“Karena itu, kita menghadapi tantangan besar bagaimana menegakkan hukum untuk melindungi biodiversitas. Salah satunya dengan memastikan bahwa kayu yang ditebang dan diperdagangkan benar-benar legal, memiliki kekuatan hukum, serta dapat diverifikasi hingga level spesies maupun asal geografisnya,” ujar Prof Rafi.

Selama ini identifikasi kayu umumnya didukung oleh analisis anatomi dan genetik yang sudah mapan. Sementara itu, analisis berbasis kimia masih dalam tahap pengembangan di Indonesia, meskipun di luar negeri telah banyak digunakan, terutama untuk keperluan inspeksi bea cukai dan penegakan hukum.

Prof Rafi menuturkan bahwa dalam konteks pengawasan, dibutuhkan metode yang cepat, reliabel, dan memiliki tingkat akurasi tinggi. “Pemalsuan tidak hanya terjadi pada kayu, tetapi juga di berbagai komoditas lain. Pada kayu, risikonya berkaitan langsung dengan status perlindungan spesies dan regulasi internasional,” katanya.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah wood chemistry, yakni identifikasi berbasis senyawa kimia yang khas pada setiap kayu.

Prof Rafi menjelaskan bahwa DART TOF MS sangat andal untuk identifikasi spesies kayu, khususnya kayu keras, karena menganalisis metabolit sekunder tanpa memerlukan preparasi sampel.

“Cukup potongan kecil kayu, lalu spektrum massanya dibandingkan dengan database,” jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan pengembangan basis data spektrum massa, terutama untuk kayu-kayu Indonesia yang saat ini masih terbatas.

Selain itu, metode ini memiliki keterbatasan pada produk kayu campuran seperti plywood atau particle board karena potensi kontaminasi bahan perekat.

Prof Rafi menegaskan bahwa ke depan diperlukan standardisasi protokol pengujian agar hasil analisis memiliki validitas tinggi dan dapat saling mendukung dengan metode lain seperti analisis DNA dan isotop stabil. (dr)