Dekan FEM IPB University Perkenalkan Model CIBEST di Universiti Brunei Darussalam

Dekan FEM IPB University Perkenalkan Model CIBEST di Universiti Brunei Darussalam

dekan-fem-ipb-university-perkenalkan-model-cibest-di-universiti-brunei-darussalam.jpg
Berita

Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University Prof Irfan Syauqi Beik, memberikan kuliah tamu pada program MSc Islamic Finance and Data Analytics, Sekolah Bisnis dan Ekonomi, Universiti Brunei Darussalam (UBD).

Dalam kuliah tamu tersebut, Prof Irfan memperkenalkan Model CIBEST, sebuah metode pengukuran kemiskinan dan kesejahteraan yang memadukan dimensi material dan spiritual. Model ini dikembangkan sebagai pendekatan alternatif dalam menilai dampak kebijakan dan program ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.

“Model CIBEST telah diterapkan secara luas. Di Indonesia, Model CIBEST telah digunakan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) sejak akhir 2016 sampai saat ini. Kemudian BWI (Badan Wakaf Indonesia) juga memasukkan Model CIBEST pada instrumen Indeks Wakaf Nasional,” ungkap Prof Irfan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Model CIBEST kini menjadi bagian dari indikator perencanaan pembangunan daerah melalui Indeks Zakat Nasional (IZN). Menurutnya, hingga saat ini, model tersebut telah diadopsi oleh 13 provinsi dan 60 kabupaten/kota.

Bagi mahasiswa UBD, paparan tersebut menjadi pengalaman akademik yang baru.  Prof Irfan menuturkan, “Bahkan setelah selesai kuliah, mereka masih mendalami sejumlah hal, terutama terkait teknik pengumpulan data dan perhitungan indeks CIBEST-nya.”

Prof Irfan menyampaikan harapannya agar Model CIBEST terus memberi manfaat. “Semoga keberadaan Model CIBEST bisa terus membawa berkah dan manfaat. Terima kasih atas undangan UBD. Semoga kolaborasi ini semakin kuat ke depannya,” tandasnya. (dr)