Enam Elemen Nasional Sepakat Akselerasi Transisi Energi dan Ketahanan Pangan, IPB University Ambil Peran Kunci

Enam Elemen Nasional Sepakat Akselerasi Transisi Energi dan Ketahanan Pangan, IPB University Ambil Peran Kunci

enam-elemen-nasional-sepakat-akselerasi-transisi-energi-dan-ketahanan-pangan-ipb-university-ambil-peran-kunci
Berita

Ketahanan pangan dan transisi energi kerap dipandang sebagai dua agenda besar yang saling berseberangan. Namun, kolaborasi lintas institusi menunjukkan bahwa keduanya justru dapat dipercepat secara bersamaan melalui riset, inovasi, dan kebijakan yang terintegrasi.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Komitmen Akselerasi Transisi Energi dan Ketahanan Pangan Nasional oleh enam elemen strategis, yakni IPB University, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Himpunan Alumni (HA) IPB, Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia, serta Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional.

Penandatanganan berlangsung di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Rabu (18/12) di sela Seminar Kolaborasi dan Penghargaan Pangan Energi dalam rangkaian Pesta Rakyat Alumni IPB Pulang Kampus (PRA IPK) 2025.

Wakil Rektor IPB University bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi, menegaskan bahwa isu pangan, energi, dan lingkungan tidak seharusnya dipertentangkan karena memiliki banyak titik temu untuk diintegrasikan.

“IPB University berkontribusi melalui berbagai riset, mulai dari biodiesel berbasis alga, biogas makroalga, bioetanol, hingga inovasi pangan seperti beras sehat rumput laut, artificial rice, sorgum unggul, dan produk pangan siap konsumsi,” ujarnya.

Dari sisi riset nasional, Kepala Pusat Riset Teknologi Bahan Bakar BRIN, Dr Hari Satya Praja, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi geografis dan keanekaragaman hayati yang besar untuk memimpin kerja sama riset dan inovasi multilateral di sektor energi dan pangan.

Menurutnya, strategi BRIN diarahkan melalui penguatan riset inovasi, dukungan infrastruktur riset dan sumber daya manusia (SDM), serta alih teknologi maju sejak tahap awal penelitian.

Sementara itu, Ketua Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia, Dr Cahyo Setyo Wibowo, menekankan bahwa pengembangan bioenergi harus berjalan seiring dengan ketahanan pangan. Ia menyoroti keberhasilan implementasi biodiesel B30 dan B40, pengembangan biomassa, serta bahan bakar nabati yang tetap perlu dikelola secara berkelanjutan.

Direktur Bioenergi Kementerian ESDM, Ir Edi Wibowo, MT, menyebut forum ini sebagai momentum penting untuk merespons tantangan nasional, termasuk mitigasi perubahan iklim dan target net zero emission 2060.

Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi alumni, melainkan konsolidasi gagasan dan aksi nyata.

“IPB University berkomitmen mendorong riset dan kolaborasi agar inovasi pangan dan energi dapat langsung dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Umum HA IPB, Dr Walneg S Jas, menambahkan bahwa Pesta Rakyat Alumni IPB Pulang Kampus 2025 mencakup 103 rangkaian kegiatan dan 25 agenda strategis, dengan kolaborasi multipihak sebagai kunci menjawab tantangan besar nasional.

Kolaborasi ini mempertegas posisi IPB University sebagai simpul penting riset dan inovasi dalam memperkuat sistem pangan dan energi nasional yang berkelanjutan. (dh)