Tingkatkan Kapasitas Petani Desa Binaan di Tegal, IPB University Bekali Teknik Pembibitan Alpukat

Tingkatkan Kapasitas Petani Desa Binaan di Tegal, IPB University Bekali Teknik Pembibitan Alpukat

tingkatkan-kapasitas-petani-desa-binaan-di-tegal-ipb-university-bekali-teknik-pembibitan-alpukat
Berita / Pengabdian Masyarakat

Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University menyelenggarakan Pelatihan Teknik Pembibitan Alpukat di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (13/11). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas petani desa binaan program Desa Sejahtera Astra, hasil kolaborasi antara IPB University dan PT Astra International Tbk.

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap kebutuhan petani dalam mempelajari teknik pembibitan alpukat yang baik dan benar. Banyak petani masih menghadapi tantangan dalam pemilihan batang bawah, teknik sambung pucuk, hingga perawatan bibit. 

Muhammad Syukur, penanggung jawab program menyebut pihaknya berupaya memfasilitasi transfer pengetahuan teknis yang aplikatif, sejalan dengan mandat IPB University untuk memperkuat kompetensi masyarakat agromaritim.

“DPMA IPB selalu mendorong penguatan kapasitas petani melalui pendekatan ilmiah, edukatif, dan kolaboratif. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali petani binaan kami dengan keterampilan yang benar, sehingga mereka mampu mengembangkan usaha pembibitan secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini turut memperkuat jejaring kolaboratif antara petani, akademisi, dan praktisi. Syukur berharap kegiatan ini dapat menghasilkan manfaat jangka panjang, termasuk peningkatan kapasitas teknis petani, terbentuknya kelompok pembibitan berbasis desa, serta munculnya peluang kewirausahaan baru di sektor hortikultura.

Praktisi pembibitan alpukat, Sigit Pramono, hadir membagikan pengalamannya dalam pengembangan teknik sambung pucuk dan usaha pembibitan alpukat. Ia menjelaskan, keberhasilan pembibitan tidak hanya bergantung pada teknik, tetapi juga pada pemahaman fisiologi tanaman dan kualitas bahan tanam. 

“Petani harus memahami karakteristik batang bawah, memilih entres unggul, serta melakukan sambung pucuk dengan teknik yang tepat. Dengan praktik yang benar, bibit yang dihasilkan akan memiliki produktivitas tinggi dan bernilai jual lebih baik,” jelas Sigit.

Peserta mendapat materi dasar mengenai pemilihan varietas, penyiapan media tanam, teknik penyambungan, serta pengendalian hama dan penyakit pada fase pembibitan. Mereka juga terlibat dalam praktik sambung pucuk secara langsung dengan pendampingan penuh dari narasumber.

Sebanyak 20–25 petani desa binaan IPB University antusias mengikuti seluruh rangkaian. Mereka juga terlibat dalam sesi diskusi dan tanya jawab serta berbagi pengalaman, menemukenali masalah guna merumuskan strategi implementasi hasil pelatihan di masing-masing desa. 

“Kami berharap hasil pelatihan ini tidak hanya berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi benar-benar diaplikasikan dalam pengelolaan komoditas alpukat di tingkat desa. Dengan kolaborasi yang terbangun, petani dapat mengembangkan usaha pembibitan yang produktif dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal,” pungkas Sigit menutup sesi pelatihan. (*/Rz)