Tim Patriot IPB Gali Potensi Ekonomi Unggulan Tiga Kecamatan Kawasan Transmigrasi Mesuji
Suasana hangat terasa selama berlangsungnya diskusi antara Tim Ekspedisi Patriot IPB University bersama warga di Kawasan Transmigrasi Mesuji. Tim duduk bersama para kepala desa dan perwakilan kelompok tani dari 38 Desa untuk berbagi pandangan soal pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi.
Diskusi itu menjadi bagian dari rangkaian focus group discussions (FGD) yang digelar di tiga kecamatan, yaitu Mesuji, Mesuji Timur, dan Rawa Jitu Utara. Tim yang dipimpin oleh Dr Supriyanto ini terdiri atas Nur Dini Ya’ti, SHut, Inti Putri Madinah, ST, Fajar Ilham Pratama, dan Muhammad Najril Fadhilah.
Dalam FGD ini hadir pula Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mesuji Andi Subrastono, SSos; Kepala Dinas Pertanian Samsi Hermansah, SHut; serta camat dari ketiga wilayah lokus kegiatan.
Sebelum FGD berlangsung, tim telah melakukan survei lapangan dan wawancara di 38 desa selama satu setengah bulan. Mereka menelusuri rantai pasok dari hulu hingga hilir, memetakan teknik budi daya, peluang, dan kendala yang dihadapi petani.
Dari temuan itu, padi, sawit, dan karet menjadi komoditas utama masyarakat. Potensi lain seperti perikanan tangkap, perikanan budi daya, sayuran, dan kelapa juga mulai berkembang.
Tim mencatat bahwa potensi tersebut dapat dioptimalkan bila ada perbaikan jalan usaha tani, normalisasi saluran air, kepastian harga, keamanan hasil produksi, dan akses permodalan yang adil. Data temuan kemudian disajikan dalam FGD agar dapat divalidasi dan dibahas bersama pihak desa.
Hal ini selaras dengan yang disampaikan Kepala Desa Sungai Sidang. Ia mengatakan, “Keadaan desa kami dekat dengan sungai, sehingga kami memiliki banyak potensi. Salah satunya adalah budi daya padi dan perikanan tangkap.”
“Namun hasilnya belum maksimal ketika air asin naik ke permukaan saat musim kemarau, dan ketika musim hujan mengakibatkan banjir. Harapannya, sistem perairan atau irigasi diperbaiki dan penggalian kanal yang langsung ke sungai besar,” ungkapnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mesuji, Andi Subrastono, juga menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tim IPB University. “Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot memberikan warna baru dalam pengembangan kawasan transmigrasi. Kami berharap hasil kajian ini bisa diterjemahkan menjadi program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati Mesuji, Hj Elfianah, SE, juga mendukung penuh kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Setelah rangkaian FGD, data yang terkumpul akan diolah sebagai dasar penyusunan rekomendasi desain komoditas unggulan spesifik kawasan sesuai dengan kerangka acuan dari Kementerian Transmigrasi.
“Dialog terus terbangun selama FGD. Harapannya tidak ada yang luput dari pengamatan kami,” ujar salah satu anggota Tim Ekspedisi Patriot IPB University.

