Ratusan Mitra dan Alumni IPB University Beri Masukan untuk Cetak Lulusan Sesuai Kebutuhan
Ratusan mitra pengguna lulusan dan alumni IPB University menghadiri kegiatan Employer Meeting, bertema Transformasi Manajemen Talenta IPB dan Menjawab Kebutuhan Industri” yang digelar di IPB International Convention Center, Selasa (4/11).
Acara ini menjadi forum strategis untuk menghimpun masukan bagi penguatan manajemen talenta mahasiswa IPB University agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Rektor Prof Arif Satria menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arah pengembangan kampus menuju Innopreneurial University. IPB University, sebutnya, berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang menghasilkan lulusan adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
“IPB terus mengembangkan kurikulum agar relevan dengan perubahan zaman. Setelah menerapkan Kurikulum 2020 (K2020) untuk menjawab Industri 4.0, kini IPB bersiap menuju era Society 5.0 dengan menambahkan elemen kecerdasan buatan (AI) dalam sistem pembelajaran,” ujar Rektor.
Ia menambahkan, kurikulum baru ‘K2025’ berfokus pada kompetensi inti yang berorientasi pada keberlanjutan (green concept), ketahanan (resilience), dan kemampuan beradaptasi. Langkah ini diharapkan menjadikan IPB University sebagai perguruan tinggi yang inovatif dan berdampak luas.
“Sejak 2020, IPB telah menerapkan talent mapping dan program Seven Habits untuk membentuk karakter unggul mahasiswa. Selain itu, IPB juga mengacu pada 10 Core Skills 2025 versi internasional dalam pengelolaan talenta,” ungkapnya.
Dalam mendukung pengembangan mahasiswa, IPB University memiliki sejumlah fasilitas seperti Science Techno Park (STP), berfungsi menjembatani kegiatan riset dan industri dengan menyediakan laboratorium teaching industry serta membina 498 startup tenant.
“Kami punya Agribusiness and Technology Park (ATP) yang kini telah menjalin kerja sama dengan 54 mitra industri. Ada juga smart classroom, Jonggol Innovation Valley, smart greenhouse, dan lainnya,” tutur Prof Arif.
Satu fasilitas khusus alumni, IPB University menyediakan program reskilling bagi lulusan yang belum bekerja dalam enam bulan. Rektor menyebut tingkat keberhasilan program ini bahkan mencapai 98 persen.
Salah satu mitra industri, PT Perkebunan Nusantara, menyampaikan apresiasi atas kontribusi lulusan IPB University yang berhasil mengembangkan chatbot AI untuk komoditas kelapa sawit.
Selain itu, sejumlah mitra dari industri perunggasan juga memberikan masukan agar IPB University terus menjaga kualitas input mahasiswa serta memperluas kesempatan bagi siswa berprestasi dari kalangan ekonomi lemah.
Acara Employer Meeting ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara pimpinan IPB, mitra industri, dan alumni, sebagai langkah nyata IPB University dalam mencetak lulusan yang siap menjawab tantangan masa depan. (dh)

