PKSPL IPB University Siap Dampingi 12 Kabupaten Pesisir Jawa Tengah dalam Program Nusacore

PKSPL IPB University Siap Dampingi 12 Kabupaten Pesisir Jawa Tengah dalam Program Nusacore

pkspl-ipb-university-siap-dampingi-12-kabupaten-pesisir-jawa-tengah-dalam-program-nusacore
Berita / Pengabdian Masyarakat

Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan pesisir berkelanjutan melalui keterlibatannya dalam program Nature-based Solutions for Advancing Coastal Resilience (Nusacore). 

Melalui mandat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), PKSPL IPB University bersama Yayasan Rekam Nusantara akan mendampingi 12 kabupaten pesisir di Jawa Tengah dalam pelaksanaan program ini. 

Program Nusacore bertujuan memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta memastikan pengelolaan sumber daya laut berbasis nature-based solutions (NbS) yang inklusif dan berbasis sains.

Kick-off program yang digelar di Patra Semarang Hotel Convention, Jawa Tengah (30/10) ini menjadi langkah awal kolaborasi antara KKP, Yayasan Rekam Nusantara, dan PKSPL IPB University, dengan dukungan dari the Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) pemerintah Inggris.

“Keterlibatan PKSPL dalam program Nusacore merupakan bagian dari kontribusi nyata IPB University dalam menghadirkan ilmu pengetahuan terapan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tutur Kepala PKSPL IPB University, Prof Yonvitner.

Ia menambahkan, “Melalui Nusacore, kami ingin memastikan bahwa sains, kebijakan, dan masyarakat berjalan selaras.” 

“Pendekatan berbasis alam bukan sekadar konsep konservasi, melainkan strategi adaptasi iklim yang mengedepankan keadilan sosial dan keberlanjutan ekosistem,” ungkap Prof Yonvitner, yang juga Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University.

Senada dengan itu, Dr Akhmad Solihin, Wakil Kepala Bidang Program Sosial Ekonomi dan Kelembagaan PKSPL IPB University sekaligus dosen Hukum dan Kebijakan Kelautan, menekankan pentingnya membangun tata kelola lokal yang berkeadilan.

“Pesisir yang berkelanjutan tidak bisa hanya dilihat dari aspek ekologinya saja. Kesejahteraan masyarakat harus menjadi bagian utama dari solusi. Melalui kolaborasi multipihak dalam Nusacore, kami berupaya memperkuat kapasitas daerah agar mampu mengelola sumber daya secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Perwakilan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Ketua Yayasan Rekam Nusantara, dan Direktur Konservasi Ekosistem KKP turut menegaskan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci dalam mendorong efektivitas konservasi dan adaptasi iklim, terutama di kawasan pesisir Jawa Tengah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi.

Rangkaian acara turut diisi dengan sesi sosialisasi kebijakan konservasi laut nasional, diskusi interaktif bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, serta pemaparan teknis implementasi program Climate and Ocean Adaptation and Sustainable Transition Facility (COAST) yang menjadi payung kerja Nusacore.

Melalui pendekatan ilmiah dan kolaboratif, PKSPL IPB University berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat ketahanan wilayah pesisir Indonesia menuju masa depan yang tangguh, adil, dan berkelanjutan.