Perjuangkan Ekonomi Rakyat Agromaritim, IPB University Deklarasi SASPRAKKURI

Perjuangkan Ekonomi Rakyat Agromaritim, IPB University Deklarasi SASPRAKKURI

perjuangkan-ekonomi-rakyat-agromaritim-ipb-university-deklarasi-sasprakkuri
Berita

IPB University bersama jaringan Solidaritas Alumni Sekolah Peternakan Rakyat Indonesia (SASPRI) dan Akademi Komunitas Korporasi Usaha Rakyat Indonesia (SAKKURI) menggelar Deklarasi Solidaritas Alumni Akademi Komunitas Korporasi Usaha Rakyat Indonesia (SAKKURI).

Kegiatan ini menandai penggabungan SASPRI dan SAKKURI menjadi SASPRAKKURI, sebagai langkah strategis memperkuat gerakan pemberdayaan rakyat agromaritim Indonesia. Juga bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan dan perayaan ulang tahun ke-7 SASPRI.

Acara ini dihadiri oleh Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University Prof Muladno selaku tokoh penggagas Sekolah Peternakan Rakyat, bersama para dosen pendamping, mitra daerah, dan alumni dari berbagai wilayah.

Prof Muladno menegaskan, penggabungan dua lembaga ini bukan sekadar simbolisasi, melainkan wujud komitmen membangun sistem pemberdayaan rakyat yang mandiri dan berkelanjutan.

“SASPRI dan SAKKURI adalah saudara kandung yang memiliki konsep, strategi, dan pendekatan yang sama. Karena itu, kami sepakat meleburkannya menjadi SASPRAKKURI agar lebih solid dalam memperjuangkan ekonomi rakyat di sektor agromaritim,” ujarnya.

Ia menambahkan, SASPRAKKURI diharapkan menjadi wadah sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha rakyat. “Minimal di setiap kabupaten, SASPRI dan SAKKURI harus hadir dan kompak membangun sistem integrasi ekonomi desa,” katanya.

Dalam sambutannya, Pimpinan Yayasan Karya Bhakti Bumi Indonesia (YKBBI), Drs Sokhiatulo Lauli, MM, menyampaikan apresiasi tinggi kepada IPB University dan para dosen pendamping atas dedikasi tanpa pamrih mendampingi masyarakat peternak dan petani di berbagai daerah.

“Gerakan ini telah melahirkan banyak alumni yang bekerja nyata di lapangan. Penggabungan SASPRI dan SAKKURI sebagai penyatuan organisasi dan cita-cita besar dalam membangun kemandirian pangan nasional,” ujar Drs Lauli.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sigi, Mohamad Akib, SPt, yang turut hadir, menegaskan urgensi kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem ekonomi berbasis rakyat.

Ia menilai, SASPRAKKURI menjadi momentum bagi daerah untuk memperkuat peran masyarakat dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

“Kami berharap program ini tidak hanya besar namanya, tapi juga besar manfaatnya bagi masyarakat. Dengan sinergi ini, SASPRAKKURI akan berkembang ke lebih banyak daerah dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian, peternakan, dan perikanan nasional,” tutur Akib. (dr)