IPB University Lantik 173 Pegawai, Rektor Ajak untuk Terus Bermimpi Besar dan Berintegritas
Direktorat Sumber Daya Manusia IPB University menyelenggarakan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS), Jabatan Fungsional, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan Dosen Tetap Non-PNS.
Terdapat 173 pegawai yang diambil sumpah/janji, terdiri dari 115 PNS, 24 pejabat fungsional asisten ahli, 8 pejabat fungsional lektor, 16 PPPK, dan 10 dosen tetap non-PNS.
Rektor IPB University, Prof Arif Satria, mengawali sambutannya dengan menyampaikan ucapan selamat kepada para pegawai. “Semoga ini menjadi awal yang baik bagi Saudara-Saudara semua untuk meniti karier di IPB,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya memiliki mimpi besar dan komitmen kuat dalam mengembangkan karier akademik maupun profesional. “Kalau jadi dosen, harus bercita-cita menjadi profesor. Kalau masih bergelar master, harus ada ikhtiar kuat untuk segera menempuh studi S3, terutama di luar negeri,” kata dia.
Rektor menambahkan, dorongan untuk melanjutkan studi bukan semata-mata keinginan pribadi, melainkan bagian dari upaya institusional untuk menjaga keberlanjutan dan masa depan IPB University.
“Saya merasakan sendiri bagaimana kuliah di luar negeri membentuk karakter, memperluas wawasan, dan menumbuhkan rasa percaya diri,” tuturnya.
Kendati demikian, ia menegaskan kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh tempat belajar, tetapi juga oleh karakter pribadi. “Sekolah itu hanya faktor ke-23. Yang menjamin seseorang sukses adalah kejujuran dan kedisiplinan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dosen harus menjadi teladan bagi mahasiswa. “Mahasiswa itu punya hati. Mereka bisa menangkap ketulusan dosen. Komunikasi bukan soal pesan, tapi soal kepercayaan. Kepercayaan lahir dari integritas, kapabilitas, dan ketiadaan kepentingan pribadi,” jelasnya.
Lebih jauh, Prof Arif mendorong para dosen dan tenaga kependidikan untuk menjadi pribadi inspiratif dan unggul. “Dosen yang hanya menyampaikan materi bisa digantikan oleh AI (artificial intelligence), tapi dosen yang menginspirasi tidak akan tergantikan. Inspirasi itu soal hati,” ujarnya.
Dalam suasana hangat dan penuh motivasi, Prof Arif juga menyinggung pentingnya reputasi dan etos kerja. “Reputasi dibentuk oleh tindakan dan perilaku. Jika kita memiliki keunggulan dan prestasi, orang lain akan menilai kita baik,” katanya.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh civitas akademika IPB University untuk saling memberi semangat dan menjadi sumber energi positif bagi rekan sejawat. “Kita harus menjadi ‘baterai’ bagi teman kita, sumber energi yang menumbuhkan motivasi dan inspirasi,” pesannya.
“Sekali lagi, selamat bagi yang dilantik. Semoga sukses, sehat, dan teruslah bermimpi besar untuk IPB University yang lebih maju,” pungkas Prof Arif.

