IPB University, KOICA, dan Tiga PTN Indonesia Resmikan SBC Project di Medan

IPB University, KOICA, dan Tiga PTN Indonesia Resmikan SBC Project di Medan

ipb-university-koica-dan-tiga-ptn-indonesia-resmikan-sbc-project-di-medan
Berita

IPB-SNU Center for Agriculture and Bioscience (ICAB) baru-baru ini meluncurkan proyek bertajuk “Indonesia-Korea Cooperative Project on Sustainable Silvofishery and Blue Carbon at Mangrove Forests in Indonesia (SBC Project). 

SBC Project diinisiasi oleh KOICA-ICAB bersama empat perguruan tinggi negeri (PTN), yaitu IPB University, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas, dan Universitas Syiah Kuala. 

Proyek kolaborasi ini menjalankan joint research yang berorientasi pada restorasi kawasan mangrove sebagai pelindung area pesisir dengan mengintegrasikan praktik akuakultur.

ICAB sendiri merupakan proyek kerja sama antara IPB University dan Seoul National University (SNU) melalui sebuah proyek dari Korea International Cooperation Agency (KOICA). Kolaborasi ini telah dimulai sejak 2022 lalu.

Wakil Rektor IPB University bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni,  Prof Iskandar Z Siregar menyampaikan, dirinya turut senang bahwa KOICA-ICAB—proyek kerja sama antara KOICA, SNU, dan IPB University—memperluas kerja samanya dengan perguruan tinggi negeri lain di Indonesia dan menunjukkan inklusivitas dari proyek ini.

“Proyek ni merupakan sebuah milestone bagi kolaborasi antara keempat PTN yang terlibat, khususnya dengan misi yang dibawa, yaitu restorasi area mangrove sebagai pemeran penting dalam penyerapan emisi karbon yang berlebih,” tutur Prof Iskandar saat peresmian SBC Project di Kampus USU, Kota Medan.

Peran penting mangrove sebagai penyerap emisi karbon dan penghasil kredit blue carbon yang dapat memberi nilai ekonomi bagi Indonesia, turut menjadi motivasi terbentuknya proyek kerja sama ini.

Selain itu, turut diselenggarakan kegiatan penanaman 100 bibit pohon mangrove di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Kegiatan diikuti oleh anggota tim riset dari keempat PTN yang tergabung dalam SBC project serta anggota Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Mangrove USU.

Prof Ho Sang Kang Project Manager KOICA-ICAB, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia memiliki area mangrove terluas di dunia. Namun sayangnya masih mengalami banyak tantangan.

“Penerapan silvofishery dapat menjadi solusi berkelanjutan karena  tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga bagaimana aspek praktik akuakultur dapat meningkatkan pendapatan dan resiliensi terhadap dampak buruk bencana alam seperti tsunami bagi masyarakat lokal,” paparnya.

Sementara itu, Rektor USU Prof Muryanto Amin, turut menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini dapat menjadi jembatan antara perguruan tinggi yang terlibat untuk bertukar pengalaman, berbagi informasi, dan berdiskusi dari berbagai sudut pandang para peneliti. (*/Rz)