IPB University dan Université Paris-Saclay Perkuat Kolaborasi Riset dan Pendidikan Global
Sebagai upaya memperkuat jejaring global dan kolaborasi riset internasional, IPB University menerima kunjungan delegasi dari Université Paris-Saclay, Prancis. Pertemuan yang berlangsung di Kampus IPB Dramaga, Bogor (4/11) ini bertujuan memperdalam kerja sama antara kedua institusi dalam bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi berkelanjutan.
Wakil Rektor IPB University bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni, Prof Iskandar Z Siregar, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis, termasuk di sektor pendidikan tinggi.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari kerja sama Indonesia dan Prancis. Seperti kita ketahui, Presiden Prabowo dan Presiden Macron sudah saling berkunjung. Tentunya kita harus mendukung upaya itu, salah satunya melalui kerja sama pendidikan tinggi,” ujarnya.
Prof Iskandar menambahkan bahwa Université Paris-Saclay merupakan universitas dengan reputasi internasional yang sangat baik. “Hari ini kita mendapatkan kunjungan dari Université Paris-Saclay yang memiliki reputasi luar biasa, dengan enam penerima Nobel di dalamnya,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa IPB University dan Université Paris-Saclay akan berupaya menjalin kerja sama strategis di berbagai bidang.
“Kita upayakan agar kolaborasi IPB dan Université Paris-Saclay ini terwujud melalui kerja sama strategis. Kunjungan ini masih tahap awal, namun sebelumnya IPB juga telah bekerja sama dengan AgroParisTech, yang merupakan bagian dari Université Paris-Saclay,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap kerja sama ini juga dapat diarahkan pada bidang-bidang masa depan, seperti artificial intelligence (AI) dan isu keberlanjutan (sustainability). “Kerja sama ini juga diharapkan membuka peluang bagi alumni IPB serta mahasiswa pascasarjana, khususnya yang menempuh jalur dosen, melalui skema double degree,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof Rachid Bennacer, Vice President for Research Université Paris-Saclay, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari IPB University. Ia menuturkan bahwa Paris-Saclay melihat potensi besar untuk kolaborasi di berbagai bidang, seperti pertanian, teknik, dan farmakologi.
“Kami tertarik untuk berkolaborasi dalam proyek penelitian, khususnya di bidang teknik pertanian,” ujarnya.
Ia menjelaskan Université Paris-Saclay merupakan salah satu universitas riset terbaik di dunia dengan enam penerima Nobel Prize. Berdasarkan QS World University Rankings 2025, universitas ini menempati peringkat ke-73 dunia dan ke-39 di bidang Agriculture and Forestry.
“Sebagai universitas dengan fasilitas kelas dunia, Paris-Saclay memiliki kemitraan strategis dengan lembaga penelitian seperti CNRS (Centre national de la recherche scientifique),” jelasnya.
Selain itu, Université Paris-Saclay juga berperan sebagai koordinator European University Alliance for Global Health (EUGLOH). “Université Paris-Saclay menyediakan berbagai program mobilitas dan beasiswa internasional, termasuk lebih dari 350 beasiswa doktoral setiap tahun,” pungkasnya.
Kunjungan ini menjadi langkah awal penting bagi IPB University dalam memperkuat perannya sebagai universitas riset berkelas dunia, sekaligus memperluas kolaborasi akademik dan inovasi global. (AS)

