Dukung Desa Ekowisata Berkelanjutan di Gambuhan Pelamang, DPMA IPB University Dampingi Petani Alpukat
Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University melakukan pendampingan teknik top working alpukat sebagai upaya perluasan implementasi Desa Ekowisata Berkelanjutan di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (12–14/11).
Desa Gambuhan merupakan salah satu target lokasi program Desa Sejahtera Astra. Desa ini memiliki lahan pertanian seluas delapan hektare yang dimanfaatkan untuk budi daya komoditas hortikultura. Terdapat pula kawasan kebun rakyat yang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang edukasi, agrowisata, maupun percontohan pertanian terpadu.
Tim DPMA melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi potensial, termasuk lahan pertanian, dan beberapa titik yang diusulkan sebagai wilayah pengembangan ekowisata. Dari hasil penjajakan tersebut, tim menemukan peluang strategis pada sektor hortikultura, khususnya komoditas alpukat.
“Terdapat banyak pohon alpukat yang tersebar di pekarangan maupun kebun rakyat. Namun, sebagian besar telah berumur tua dan menunjukkan penurunan produktivitas. Kondisi ini membuka ruang intervensi ilmiah melalui teknik peremajaan tanaman,” ujar Dian Rahma, perwakilan tim DPMA IPB University.
Top working sendiri merupakan teknik penyambungan ulang pada batang pohon alpukat yang sudah tidak produktif untuk meningkatkan potensi hasil. Pada kegiatan ini digunakan entres dari dua varietas unggulan, yaitu alpukat miki dan red Vietnam, yang dikenal memiliki kualitas buah premium, ukuran lebih besar, serta tingkat produktivitas tinggi.
Pendampingan dilakukan tim ahli dengan melibatkan perwakilan kelompok tani, perangkat desa, dan masyarakat yang ingin mengembangkan komoditas hortikultura.
Dian Rahma yang juga penanggung jawab program pengembangan komoditas alpukat di DPMA IPB University menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif.
“Pendampingan teknik top working menjadi langkah awal untuk meningkatkan produktivitas tanaman yang sebelumnya kurang menghasilkan. Kami berharap masyarakat dapat menerapkan teknik ini secara mandiri dan menjadikannya sebagai bagian dari inovasi pertanian lokal,” ujar Dian di sela diskusi.
Lebih jauh, DPMA IPB University menilai Desa Gambuhan memiliki potensi menjadi contoh pengembangan ekowisata berbasis pertanian berkelanjutan. Kombinasi antara keindahan lanskap alam Bukit Kukusan, potensi agrowisata kebun rakyat, dan peluang pengembangan komoditas hortikultura unggulan dapat menjadi fondasi utama dalam merancang model desa wisata terpadu.
Sudrajat, Kepala Desa Gambuhan menyampaikan apresiasi atas inisiatif penjajakan tersebut, mengingat desanya selama ini memiliki banyak potensi yang belum memperoleh pendampingan jangka panjang.
“Desa Gambuhan memiliki potensi alam dan pertanian yang sangat kaya. Namun hingga kini belum ada pola pendampingan yang benar-benar berkelanjutan. Kehadiran DPMA IPB menjadi harapan baru bagi kami untuk mengembangkan desa secara lebih terpadu dan terukur,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan optimismenya terhadap rencana kolaborasi tersebut. “Kami berharap kerja sama dengan DPMA IPB dapat berjalan dalam jangka panjang dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini diharapkan dapat membuka lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan petani, dan menjadikan desa kami lebih maju serta mandiri.” (*/Rz)

